Wartaniaga.com, Kotabaru – Debu jalanan dan terik matahari di Desa Kerayaan seketika luruh oleh hangatnya sebuah perayaan sederhana yang tak disangka-sangka. Di tengah agenda reses yang padat, suasana formal kedewanan mendadak berubah menjadi haru saat sebuah kue ulang tahun dan kado sederhana muncul di tengah kerumunan warga, Rabu (18/2).
Bagi Abu Suwandi, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru dari Fraksi PAN, momen ini bukan sekadar seremoni tiup lilin, melainkan sebuah pengingat tentang arti kehadiran di tengah konstituennya.
Di sela-sela kegiatannya menyerap aspirasi warga, politisi PAN ini menekankan bahwa terjun ke dunia pengabdian adalah tentang keberanian keluar dari zona nyaman.
Baginya, kursi pimpinan komisi bukanlah tempat untuk bersantai, melainkan tanggung jawab besar yang menuntut totalitas.
“Dalam politik dan pengabdian, kita tidak bisa hanya berdiam diri di garis aman. Ingatlah, hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan. Mari kita pertaruhkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan Kotabaru yang lebih baik,” tegas Abu Suwandi.
Pesan ini ia sampaikan sebagai pelecut semangat bagi dirinya sendiri dan juga para pendukungnya untuk terus bergerak demi perubahan nyata di daerah pemilihan mereka.
Meski terbiasa menghadapi berbagai dinamika di meja rapat legislatif, kejutan dari warga dan rekan-rekannya di Desa Kerayaan ternyata mampu menyentuh sisi kemanusiaan Abu Suwandi yang paling dalam.
Perasaan sedih karena haru dan bahagia bercampur menjadi satu saat melihat ketulusan yang diberikan kepadanya.
“Syukur alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman semua atas kejutan kado dan kue ulang tahunnya. Tidak menyangka ternyata dibuatkan seperti ini, sedih bercampur senang rasa hati,” ungkapnya dengan nada rendah penuh syukur.
Perayaan singkat di tengah agenda reses tersebut ditutup dengan untaian doa. Abu Suwandi berharap momentum ini menjadi penguat tali silaturahmi yang tidak hanya bersifat politis, tetapi juga kekeluargaan.
Ia mendoakan agar kebaikan warga yang telah meluangkan waktu dan perhatian dibalas oleh Allah Ta’ala dengan yang lebih baik.
Berkah dari doa dan silaturahmi ini diharapkan membawa umur panjang dan keberkahan rezeki bagi seluruh masyarakat yang hadir.
Di Desa Kerayaan, Abu Suwandi membuktikan bahwa politik tidak selalu soal angka dan kebijakan, tetapi juga soal rasa, penghargaan, dan pengabdian yang tidak mengenal lelah demi Kotabaru yang lebih maju.
Repoter: Anaq.
Editor: Hariyadi




















