“Penyedotan kolam kumpur settling pond induk , selanjutnya diadakan pembuatan Shortcut, yang ke lima pembuatan tanggul di Inlet Settling Pond Induk dan dilakukan pembuatan channel pemisah air buang tambang dan air non tambang, sedangkan yang terakhir membuat water treaatment system,”ucapnya disaat expose di aula meeting PT.AGM.
Selanjutnya untuk jangka panjang tambah Imam, berupa pemisahan air dengan akibat operasional dan air non operasional, yakni air dari hutan lindung, juga dilakukan dalam tiga langkah dalam operasionalnya.
Pertama membuat saluran atau channel pemisah air run off antara sumber kegiatan tambang dan non tambang, dengan harapan mengurangi volume atau debit air run off yang masuk ke sediman.
Manfaatnya mengurangi biaya pengelolaan air limbah tambang, hingga saat ini proses pelaksanaan pembuatan saluran dengan total panjang saluran 1.84 kilometer, yang sudah terlaksana 150 meter.
“Kemudian, kedua dilakukan penambahan kapasitas kolam 7 dan pengektiifan area tersedia yang sudah dibebaskan, dan telah dikonfirmasi dengan land aquisition, penambahan kapasitas kolam ini dapat menambah daya tampung air run off,” katanya, yang juga Tim Pengendali Limbah Air.



















