“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak”, ujarnya mengutip hadist tersebut.
Jika DR. Wahyudi Rifani, S.Pd.I. M.Pd.I dalam paparannya lebih melakukan pendekatan dengan sektor agama, Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru, Elche Angelina E, SH, SIK lebih mencermati penyalahgunaan dari faktor berbeda, antara lain
” Muda, banyak uang, dan waktu yang senggang. Maka tiga hal di atas harus ditutup dengan penjagaan yang konsisten dan disiplin tinggi, yaitu dengan memperkuat agama, lingkup pergaulan, kegiatan positif, dan memahami dampak buruk narkoba,” paparnya.
Usai kegiatan panitia berharap dialog-dialog serupa yang merupakan media sharing dan berbagi ilmu seperti dapat terus terjadi meski dalam ruang yang berbeda dan dari disiplin keilmuan serta pengalaman yang berbeda.



















