Paman Yani, Serap Aspirasi Hingga Desa Terjauh

wartaniaga.com, Banjarmasin – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, soroti permasalahan masyarakat yang berada di daerah pelosok.

Menurut anggota Komisi II DPRD Kalsel, M Yani Helmi, permasalahan yang terdapat di daerah pelosok Bumi Lambung Mangkurat tidak hanya infrastruktur saja, melainkan pendidikan juga perlu lebih diperhatikan pemerintah.

“Kita lihat, ada beberapa desa yang terdampak tidak memiliki SMA maupun SMK,” ucap Paman Yani sapaan akrabnya saat jumpa pers, Senin (9/11).

Adapun daerah yang tidak memiliki fasilitas sekolah terdapat di Desa Mulyoharjo, Desa Sekayu Baru, Desa Pamukan Indah, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia menjelaskan hal yang lebih membuat pilu hatinya, ketika para generasi muda yang mempunyai semangat juang untuk menempuh pembelajaran harus melewati jalanan dengan medan susah, sejauh 25 kilometer.

“Mereka bersekolah di Kalimantan Timur, ini yang membuat saya bingung, emangnya tidak ada di Kalsel,” ujarnya.

Oleh karena itu, dengan kondisi tersebut, dirinya akan memperjuangkan dengan sepenuh hati, agar dapat memenuhi keinginan masyarakat yang sudah lama di idam-idamkan.

Selain itu, saat reses daerah pemilihan (dapil) 6 dirinya juga menemukan tidak adanya akses jembatan pelabuhan yang menghubungkan Kotabaru Daratan dengan kotabaru Pulau Laut.

“Jembatan pelabuhan ini menjadi salah satu akses untuk mobilisasi barang dan jasa,” bebernya.

Adapun jembatan pelabuhan yang selama ini digunakan masyarakat sudah termakan usia, sehingga perlu dilakukan renovasi, untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Ini skala prioritas kita, kami juga akan memfasilitasi dan mengawal masyarakat agar keinginannya dapat terpenuhi,” imbuhnya

Penulis : Aditya

Pos terkait