Kalsel Menjadi Wilayah Terbesar Penanaman Mangrove

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Tanah Laut – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mewujudkan kepedulian serta komitmennya dalam kelestarian lingkungan.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Syaifullah Azhari didampingi Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra serta Forkopimda Tanah Laut melakukan penanaman 5 ribu bibit mangrove di Ekowisata Hutan Mangrove Desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung Tanah Laut (Tala).

Penanaman ribuan mangrove adalah program Padat Karya  kerjasama Dishut Kalsel dan  BPDAS HL Barito Kementerian Lingkungan Hidup.

Acara launching tersebut dihadiri juga oleh UPT Kemen-LHK, KPH se Kalsel dan Tokoh Masyarakat/Ormas/LSM/Asosiasi/Yayasan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kelompok Tani Mangrove.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Asisten II Syaifullah Azhari menyampaikan bahwa launching penanaman mangrove merupakan upaya untuk merehabilitasi lingkungan yang mengalami kerusakan.

BACA JUGA:  Giliran Lapas Amuntai dapat APD dari Ketua DPRD Kalsel

Kegiatan ini, juga sekaligus ikut membantu perekonomian masyarakat, karena penanaman mangrove ini merupakan kegiatan padat karya yang mana juga bagian dari strategi pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19), di bidang Lingkungan Hidup Kehutanan.

“Melalui program penanaman mangrove ini, diharapkan terjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat di sekitar ekosistem mangrove, sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur Kalsel.

Kalsel mendapat alokasi penanaman mangrove seluas seribu hektar, dari program nasional sebanyak lima belas ribu hektar. Alokasi bagi Kalsel, menjadi yang terluas di Indonesia, yang tersebar di wilayah Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Plt Kepala Dinas Kehutanan Fathimatuzzahra menjelaskan Program Padat Karya Penanaman Mangrove di Prov. Kalimantan Selatan seluas 1.000 ha tersebar di 8 KPH.

Pos terkait