Kado Ulang Tahun Banjarmasin ke-494, Ibnu Sina Tulis Buku  Perjalanan & Pantun

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Puncak peringatan hari ulang tahun kota Banjarmasin ke-494, Walikota Ibnu Sina memberi kado 2 (dua buku) karangannya. Buku berjudul Jejak Urang Banjar di Banua Urang diluncurkan Ibnu Sina di malam di malam syukuran hari jadi kota Banjarmasin ke-494, di Balai Kota Banjarmasin, Jumat malam (25/09).

Tak hanya itu di penghujung masa jabatannya ini, Ibnu Sina pun menulis buku Pantun bertajuk Pantun Ala H.Ibnu Sina. Pada saat bersama Walikota Banjarmasin meluncurkan Buku Biografi “Abah Raja Ai “, sang maestro lagu Banjar, Anang Ardiansyah yang ditulis Riswan Irfani dan Nasrullah.

“ Buku ini merupakan kado spesial yang saya tulis untuk ulang tahun kota Banjarmasin ke-494. Buku ini sendiri merupakan kumpulan catatan yang saya buat dari serangkaian kunjungan ke berbagai belahan kota di tanah air, saat masih aktif di parlemen selama tiga periode, yang memotret sisi lain urang Banjar ( masyarakat Banjar ) di perantauan,” cerita Ibnu Sina.

BACA JUGA:  Sinergitas Paman Birin Percepat Tangani Covid-19

Ibnu sina mengungkapkan sebagai seorang walikota bukan hanya soal bagaimana membangun kota, merubah orang-orang melainkan juga merubah diri sendiri melalui pandangannya dalam sebuah tulis yang tertuang di dalam buku.Buku berisi catatan perjalanan ini semula diketiknya di hp biasa, tatkala berada di sejumlah kota dan bertemu langsung dengan masyarakat Banjar di perantauan. Ibnu Sina pun mengungkapkan sisi lain yang selama ini tidak terpublis, bagaimana orang Banjar merantau, menetap di banua orang (perantauan), namun tidak pernah memupuskan adat istiadat Banjar.Tak hanya itu dalam bukunya itu terdapat kisah sejarah hijrahnya suku Banjar ke sumatera khususnya di kawasan Tembilahan, Indragiri Hilir, termasuk yang ada di Kuala Tungkal.

BACA JUGA:  Sekarang Bayar Pajak PBB Bisa Via Aplikasi Go-Pay

“ Harapannya melalui buku ini generasi muda khususnya kalangan milenial bisa melihat dari dekat kehidupan warga Banjar yang mengedepankan sikap dimana tanah dipijak disitu langit di junjung dalam bingkai NKRI. Tentunya nilai-nilai luhur budaya Banjar tak pupus dimana pun berada, termasuk pantun Banjar.Mudah-mudahan buku ini memberi manfaat bagi masyarakat luas,” Ujar Ibnu Sina, yang sempat berpantun saat meluncurkan buku keduanya Pantun Ala H.Ibnu Sina.

Pos terkait