Wartaniaga.com,Pelaihari- Puluhan tenaga buruh lokal dan luar dirumahkan pasca kedatangan tenaga buruh baru dari Karawang Jawa Barat. ( 7/7 )
Puluhan tenaga buruh yang dirumahkan tersebut berasal dari Desa Panggung, Ambungan dan dari Pulang Pisau Kalimantan Tengah yang tengah mengerjakan proyek pembangunan Gedung Teknik Informatika dan Laboratorium Politeknik Negeri Tanah Laut di Jalan A Yani Km 6 Desa Panggung Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.
Sehari sebelumnya, Senin ( 6/7/2020 ), para buruh tersebut sempat melakukan aksi protes kepada pihak kontraktor, mereka meminta penjelasan mengapa secara tiba-tiba mereka dirumahkan tanpa ada pemberitahuan dan penjelasan sebelumnya.
Saat ditemui, puluhan karyawan yang berasal dari Pulang Pisau tengah berada didalam mobil dan bersiap kembali ke kampung halamannya.
Ayip salah seorang buruh menuturkan tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari pihak kontraktor tentang mengapa mereka dirumahkan, padahal menurut perjanjian awal mereka diminta bekerja hingga pembangunan selesai, namun tiba – tiba mereka dirumahkan setelah datang tenaga buruh baru dari Karawang.
Mereka sendiri mulai bekerja sejak awal pembangunan yakni sebelum lebaran. Dari bangku belakang, rekan Ayip menimpali ” setelah pekerjaan yang berat selesai, kami tiba – tiba di pulangkan, pekerja yang baru datang tinggal ngerjakan yang enak – enaknya saja ” jelasnya.
Saat ditanya mengenai peralatan keselamatan saat bekerja, dirinya mengatakan sangat minim, hanya sebagian saja yang mendapatkan perlengkapan tersebut.

Salah seorang pekerja lokal yang dirumahkan menambahkan, pasca terjadi aksi demo kemarin, pihak kontraktor mengatakan akan memanggil kembali para pekerja lokal apabila memang diperlukan, tanpa menjelaskan waktunya, selain itu pihak kontraktor juga menginginkan para pekerja mengikuti aturannya terkait upah pembayaran yang mengacu pada upah minimum di daerah Jawa, saat ini upah tukang sebesar 120 ribu dan upah buruh 100 ribu, sementara upah minimum daerah Jawa dan Kalimantan jelas berbeda, demikian juga dengan biaya hidup.



















