Keputusan suaminya tidak pulang ke dulu ke rumah dan memilih karantina mandiri selama 14 (empatbelas) hari,sangat ia dukung, demi memutus mata rantai penyebaran covid-19.
“ Kami rindu Bapak . Tapi Bapak anak-anak minta karantina dulu, sesuai protokol kesehatan covid-19. Mohon doanya aja mudahan sehat semuanya,” ujar Norsidah yang telah menyiapkan makanan kesukaan sang suami.
Teddy Herianto sendiri pulang duluan ke Banjarmasin, setelah mengikuti program repatriasi mandiri, dengan biaya yang terbilang mahal. Mengingat KBRI Dhaka belum bisa melakukan repatriasi WNI karena biaya, Teddy pun berusaha untuk mencari penerbangan dengan biaya sendiri. Setelah kurang lebih 70 hari menunggu, alhasil Teddy bisa melakukan perjalanan pulang dibantu oleh salah seorang temannya yang juga treveler asal Jakarta.
Ia melakukan penerbangan dengan biaya mandiri pada 6 Juni. Lantaran terkendala satu orang rekannya asal Banjarmasin, Adi Murdani, memilih tak ikut dan menunggu perkembangan selanjutnya dan koordinasi dengan pihak KBRI di Dhaka.
“ Saya pun tetap berharap teman dan sahabat saya, Adi Murdani dalam waktu dekat juga bisa dipulangkan ke tanah air. Karena kesulitan dan belum berhasilnya upaya KBRI karena mahalnya biaya bila di tanggung mandiri. maka belum bisa di Repatriasi WNI yang lainnya. Tapi saya selalu mendoakan, kawan-kawan lainnya bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” harapnya.
Editor : Aditya




















