Limau Madang, Si Montok yang Berwarna Orange dan Manis

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Martapura-  Desa Sungai Madang, Kecamatan Sungai Tabuk  Kabupaten Banjar memang terkenal sebagai sentra penghasil jeruk sejak puluhan tahun yang lalu. Hampir seluruh penduduknya memiliki kebun limau atau biasa disebut masyarakat Banjar sebagai limau Madang. 

Sempat pudar dari pasaran, limau madang kini mulai banyak lagi di berbagai pasar di Banjarmasin, Banjarbaru dan kabupaten Banjar.

Kepala desa Sungai Madang,  Syahrani menuturkan bahwa perkebunan masyarakatnya sempat terendam selama 2 tahun berturut-turut, meski beberapa wilayah perkebunananya masih bisa terselamatkan.

“ Kami galang para petani untuk menanam kembali bibit limau dan bibit itu kami peroleh dari salah satu penduduk yang juga membenihkan bibit. Karena bibit limau madang ini berbeda dengan yang lain sehingga kami percayakan pembibitannya kepada warga sendiri,” jelasnya saat ditemui wartaniaga.com,  Selasa (19/5).

BACA JUGA:  Andmesh Tampil Perdana di Banjarmasin

Dikatakannya, sekitar  75 persen warga Sungai Madang berprofesi sebagai petani  limau karena mereka mempunyai tanah sendiri untuk dikelola sebagai  perkebunan.

“Berkebun limau bagi warga kami sangat menguntungkan,bahkan banyak dari mereka telah menekuni sejak muda hingga masa tuanya,” terang Syahrani

Kepala Desa Sungai Madang, Syahrani

Menurutnya, selain dijual sendiri ada juga para tengkulak yang datang untuk membeli ke desa yang berada di pesisir sungai Martapura ini.

Pos terkait