“Prospek kenaikan harga minyak mentah dunia mengangkat harga saham big cap perusahaan minyak. Penguatan indeks saham AS ini ikut mendorong kenaikan harga emas mendekati kisaran US$1.620 per troy ons,” ujar Ariston
Kendati begitu, ia memperkirakan penguatan harga emas tidak akan berjalan lama. Sebab, ada sentimen lain yang membayangi harga, misalnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap penyebaran penyakit covid-19 hingga turunnya data-data ekonomi dunia.
Dari sisi pandemi virus corona, kasus positif terus meningkat di dunia. Berdasarkan data Johns Hopkins University, setidaknya sudah ada 1,01 juta kasus positif corona di dunia.
Saat ini, kasus terbanyak tak lagi berada di China, namun menyebar ke beberapa negara, seperti AS mencapai 245 ribu kasus, Italia 115 ribu kasus, Spanyol 112 ribu kasus, dan Jerman 84 ribu kasus.
Masalahnya, kenaikan kasus corona membuat kewajiban fiskal pemerintah berupa tunjangan bagi pengangguran meningkat.
“AS melaporkan jumlah orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran mingguan meningkat tajam menembus rekor di angka 6,65 juta klaim. Padahal, rata-rata hanya di kisaran 250 ribu klaim,” katanya.
Sementara, untuk penurunan data ekonomi, pelaku pasar memperkirakan data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis malam ini menunjukkan penurunan orang yang dipekerjakan di sektor pertanian dan pemerintahan.
Pasar mengestimasi setidaknya ada penurunan jumlah orang bekerja mencapai 100 ribu orang dan tingkat pengangguran bertambah menjadi 3,8 persen. “Harga emas spot hari ini berpotensi bergerak di kisaran US$1.580 sampai US$1.630 per dolar AS,” pungkasnya.
Reporter : Mamay
Editor : Ricky
Foto : Ist




















