Tambah Nilai Pariwisata, Warga Kampung Baru Minta Bangunkan Monumen Ketupat

Tambah Nilai Pariwisata, Warga Kampung Baru Minta Bangunkan Monumen Ketupat

Lelaki paruh baya itu melanjutkan, sebagai warga, pihaknya merasa khawatir terjad hal yang tidak di inginkan. “Yaa siapa tahu ada anak-anak yang tercebur akibat tidak adanya pagar pembatas itu,” paparnya sambil menunjukkan jari kearah siring yang belum dilaukan pemagaran.

Ia menyebut jika ingin membangun brand Kota Banjarmasin sebagai kota pariwisata, seharusnya pemerintah memperhatikan ini.

Selain itu, M Noor juga menginginkan adanya bantuan alat pengangkut sampah yang diletakkan khusus untuk mengangkut sampah yang ada di siring Sungai Baru.

“Memang seminggu sekali warga disini mengadakan gotong royong untuk membersihkannya, tapi kami kesulitan untuk mengangkut sampahnya karena keterbatasan alat,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah bisa mengkomodir keluhan yang ia sampaikan tersebut. “Untuk pengangkut sampah, minimal ada tossa (kendaraan bak roda tiga) untuk mengangkut sampahnya,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina langsung menjawabnya dengan lugas. “Untuk pembangunan monumen ketupat itu nanti bisa kita bicarakan dengan dinas PUPR dan Pariwisata agar bisa merencanakan pembangunannya,” jelas Ibnu.

Ibnu menilai keinginan masyarakat yang hendak memiliki patung menumen ketupat itu sangat layak untuk di pikirkan segera pembangunannya, “apa yang diucapkan tadi memangbenar. Selain sebagai identitas, juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung ke kampung ketupat ini,” ujarnya.

Namun ia menjelaskan, bahwa pemerintah sekarang sedang fokus untuk menyelesaikan siring yang menjadi keluhan Dewan Kelurahan tadi.

“Siring ini akan kita tergetkan untuk selesai pada tahun ini juga, jadi total panjang lintasan siring di nanti adalah 3,5 KM,” urainya.

Sedangkan untuk keluhan terkait alat pengangkut sampah, ia menjelaskan jika Pemko Banjarmasin sendiri sudah mempunyai tossa yang rencananya akan dibagikan di beberap kelurahan. Namun hingga saat ini pembagian tersebut belum bisa dilakukan.

“Tossa yang ada itu rencananya memang dibagikan pada kelurahan yang memang memerlukan. Tapi terkendala dengan dokumen, yaitu STNK. Jadi kita belum bisa mengoperasikannya,” pungkas Ibnu.

Reporter/Foto: Fadlan Zakiri
Editor : Mukta

Pos terkait