Melalui pembinaan unit-unit usaha pesantren yang tergabung dalam IPI tersebut diharapkan juga dapat berdampak positif terhadap serapan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Kalsel yang targetnya naik dari, Rp300 Miliar di Tahun 2019 lalu menjadi Rp500 Miliar di Tahun 2020. Hal ini tentunya juga sudah sejalan denganmisi Bank Kalsel yang terus ingin meningkatkan penyaluran kreditnya di sektor produktif.
Sementara itu, Direktur PT Industri Pesantren Indonesia Edy Setyo Utomo mengaku menyambut baik penandatanganan kerjasama yang dilakukan dengan Bank Kalsel.

Diharapkannya melalui kerjasama ini nantinya banyak anggota IPI Kalsel yang dapat menunaikan ibadah umroh melalui bantuan skema dana talangan umroh maupun tabungan umroh melalui produk pembiyaan multijasa Ib Ar Rahman dengan akad ijarah dari Bank Kalsel Syariah.
Dijelaskannya PT Industri Pesantren Indonesia dibentuk untuk dapat menaungi berbagai bidang usaha yang dibentuk atau dijalankan secara legal. Diharapkan hadirnya PT Industri Pesantren Indonesia tidak saja dapat mengembangkan ekonomi pesantren, namun juga dapat membantu pendanaan pesantren dibawah naungan
IPI agar lebih mandiri.
“Kami berharap kedepannya kerjasama yang dapat dilakukan dengan Bank Kalsel dapat berkembang ke sektor-sektor usaha lainnya yang sedang maupun yang sudah digarap oleh PT Industri Pesantren Indonesia. Ini penting demi perkembangan usaha kedua belah maupun perkembangan ekonomi ummat melalui pesantren kedepannya agar lebih maju lagi,” tukasnya.
Sumber : Press Release Bank Kalsel
Penulis/foto : Aditya/ist



















