Ditambahkannya, pada Musrenbang Desa seharusnya sudah tergambar, namun berdasarkan pengalaman, tahun berikutnya prioritas berubah, padahal tidak ada bencana alam atau peraturan lain, menurutnya apabila perencanaan benar-benar matang, angka dari satu sampai lima tahun tidak akan jauh berubah, sehingga bisa di deteksi, misalkan tahun pertama ada perencanaan sepuluh, terakomodir dua, berarti ada sisa delapan, berarti nomor berikutnya akan muncul lagi dan seterusnya, bukan membikin perencanaan baru lagi.
” Ini berarti ada suatu alur yang harus kita perbaiki, saya lihat data dan informasi kita yang kurang akurat ” tutur Abdi.

Di jelaskankannya, overlap-overlap data yang tidak akurat mengakibatkan perencanaan yang kurang tepat, karena kita tidak punya data yang benar-benar kita pegang, seharusnya sejak awal kita sudah punya data, kecuali ada bencana alam sehingga data tersebut bisa berubah.
” Itu semua bisa terjadi karena pengolahan, pendataan dan informasi kita kurang akurat, hal inilah yang harus sama-sama kita kaji ” jelas Abdi.
Lanjut Abdi, jika ibarat semua perencanaan di setujui otomatis memang dana tidak cukup, di tambah lagi dengan kesalahan pembikinan data dan salah perencanaan.
” Berapapun dana yang disediakan tidak akan cukup, apabila sejak awal data dan perencanaan yang di buat kurang akurat ” jelas Abdi.
Untuk itu Abdi meminta kepada semua pihak agar sejak awal perencanaan pembangunan benar-benar akurat, agar semua yang direncanakan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan secara maksimal.
Musrenbang Kecamatan Takisung di hadiri oleh Anggota DPRD Tanah Laut, Kepala SKPD Lingkup Kabupaten Tanah Laut, Camat Takisung, Kapolsek Takisung, Danramil Takisung, Seluruh Kepala Desa Kecamatan Takisung beserta perangkat Desa.
Reporter : Tony Widodo
Editor : Mukta





















