Rusminah Peserta Tertua Baayun Maulid di Banjarmasin

  • Whatsapp
Peserta Tertua Baayun Maulid

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Seorang warga Kelayan B Banjarmasin Selatan bernama Rusminah yang berusia 70 tahun menjadi peserta tertua baayun maulid yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin di kubah Habib Basirih, Sabtu 9/11/2019.

Rusminah mengaku hingga memasuki usia senjanya, dirinya baru pertama kali mengikuti tradisi tersebut, wanita paruh baya yang hanya bisa menggunakan kursi roda itu tak sungkan membaur dan bercengkrama dengan peserta lainnya yang lebih muda.

“Sudah diniatkan ketika mengalami lumpuh di bagian kaki kemaren, saya mau ikut baayun maulid, serta berdoa berterimakasih sudah diberi kesempatan hidup hingga usia 70 tahun ini,”ucapnya kepada wartaniaga.com.

Perempuan Bernama Rusminah Berusia 70 Tahun Menjadi Peserta Tertua Baayun Maulid

Meski didampingi anak beserta cucunya, Rusminah tetap khidmat mengikuti ritual baayun maulid, ia mengaku sudah berniat ikut acara tersebut supaya mendapat keberkahan dalam hidup serta mendapat kesehatan kembali sediakala dimana dirinya belum mengalami lumpuh.

BACA JUGA:  Potret Manusia Sungai, Kearifan Lokal Urang Banjar Tempo Dulu

“Berdoa mendapatkan keberkahan dari acara ini, dan mudah-mudahan bisa sembuh dari lumpuh yang diderita selama 2 tahun sudah,” ujarnya.

Loading...

Peserta Tertua Baayun Maulid

Adapun Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengatakan tradisi warga banjar sejak tempo dulu dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. 12 Rabiul Awal 1441 H selalu menggelar dengan hal yang sama yakni baayun maulid.

“Dalam prosesi baayun maulid hari ini diikuti dari yang termuda hingga tertua, kalo hari ini ada anak usia tiga hari, dan yang tertua 70 tahun,” katanya.

Ibnu melanjutkan, baayun maulid merupakan tradisi warga banjar yang memiliki filosofi mengayun anak dalam mendidik dan mengantar untuk menjadikan anak-anak sholeh/sholehah serta mempunyai kasih sayang seperti kasih sayangnya Rasul.

BACA JUGA:  Batu Permata dan Potensi Wisata

“Mengayun anak dengan lantunan shalawat agar anak menjadi sholeh/sholelah dan mempunya cinta kasih sayang terhadap baginda Rasul,” bebernya.

Ibnu menambahkan, tiap tahun Pemko Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadikan baayun maulid sebagai event tahunan, event budaya serta wisata yang menarik para pengunjung.

“Ini menjadi agenda tahunan yang menjadikan event budaya dan wisata yang menarik para pengunjung,” tutupnya.

Reporter : Aya
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Aya

Loading...

Pos terkait