Pangkas Eselon, Positif Bagi Iklim Investasi di Indonesia

  • Whatsapp
Investasi

Wartaniaga.com, Jakarta – Pengamat kebijakan publik, Universitas Trisakti Jakarta, Profesor Trubus Rahardiansyah menilai penyederhanaan jabatan eselon menjadi dua tingkat berpeluang mempercepat pengambilan keputusan dan proses administrasi pemerintahan. Proses birokrasi yang lebih sederhana ini membuat iklim investasi menjadi lebih sehat.

“Gagasan Presiden Jokowi untuk memangkas eselon tentunya positif bagi percepatan investasi dalam negeri, administrasi yang rumit juga bisa menjadi lebih cepat,” bebernya kepada wartaniaga.com, Sabtu (9/11).

Menurutnya dengan birokrasi yang lebih ringkas, maka diharapkan dapat mendongkrak daya saing Indonesia. Kini daya saing indonesia terus turun, sehingga dampaknya terasa terhadap investasi dalam negeri.

Ia melanjutkan indeks daya saing global (GCI) 2019 yang dirilis Forum Ekonomi Dunia (WEF) menempatkan Indonesia di ranking 50. Laporan itu menyebutkan Indonesia mengumpulkan skor 64,6 atau turun tipis 0,3 dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA:  Usai Dilantik Presiden, Menteri Bintang Puspayoga Pimpin Rapat Perdana di Kemen PPPA

Investasi yang Rumit Penyebab Turunnya Daya Saing Ekonomi Global

“Maka penyederhanaan eselon di setiap kementerian bisa segera direspon karena memiliki dampak yang baik bagi birokrasi dan investasi,” ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara dan Bank Dunia, pada 2018 jumlah PNS pada tingkat eselon I sebanyak 286 orang eselon II 9,4 ribu orang; eselon III 52,1 ribu orang; dan eselon IV 186,1 ribu orang.

“Pada saat ini regulasi investasi yang rumit menjadi penyebab turunnya peringkat Indonesia untuk daya saing ekonomi global,” kata Prof Trubus.

Ia menambahkan adanya tumpang tindih aturan di kementerian dan lembaga yang juga menyebabkan minat investor untuk berinvestasi ke Indonesia semakin rendah. “Padahal, negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia semakin agresif dalam menawarkan berbagai kemudahan penanaman modal,” pungkasnya.

BACA JUGA:  PWI Pusat Temui Sekjen Kominfo Untuk Bahas HPN 2020

Editor : Muhammad Zahidi

Pos terkait