Grup Musik Rutan Pelaihari Dikasih Seragam dan Alat Musik

  • Whatsapp
Grub Musik

Wartaniaga.com, Pelaihari – Grup musik Rawana Akustik binaan Rumah Tahanan (Rutan) klas IIB Pelaihari terima bantuan seragam dan alat musik dari PT. CMN Kintap pada hari Senin 11/11/2019, kemaren.

Kepala Rutan Klas IIB Pelaihari, Budi Suharto mengucapkan terima kasih kepada perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang batu bara tersebut yang selama ini selalu peduli terhadap masyarakat bahkan kepada warga binaan pemasyarakatan sekalipun.

Lanjutnya, pembinaan kepada warga binaan yang tersandung masalah hukum tersebut bukan hanya didalam rutan saja, namun pembinaan juga dilakukan diluar rutan, hal tersebut terlihat dengan rutinnya di gelar konser live musik Rawana Akustik setiap malam sabtu di halaman Rutan Pelaihari.

BACA JUGA:  Distanhorbun Tanah Laut Sosialisasikan STDB

Grup Musik Rutan Terima Bantuan Seragam dan Alat Musik

Menurutnya, selama ini pihak rutan dalam melakukan pembinaan selalu terbentur dengan masalah anggaran, karena itu sekali lagi pihak Rutan mengucapkan terima kasih kepada pihak PT. CMN yang telah membantu pihak Rutan dengan memberikan bantuan berupa seragam dan peralatan musik.

” Semoga semakin banyak pihak – pihak perusahaan dan pengusaha di Tanah Laut yang bersedia menjadi donatur untuk pembinaan warga binaan di Rutan Pelaihari,” ucap Budi Suharto.

Selain penyerahan bantuan dari PT. CMN, pada kesempatan yang sama juga diserahkan sertifikat dan alat pijat refleksi dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pijat Serat ( Healt Massage School ) karena telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan pelatihan pijat refleksi dari tanggal 7 – 8 oktober 2019.

BACA JUGA:  Fahri Calonkan Diri, Ketua GP Ansor HST

Sementara itu, Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Klas IIB Pelaihari, Fahrurazi menambahkan pembinaan dan pelatihan yang selama ini diberikan kepada warga binaan adalah sebagai bekal mereka nanti apabila sudah kembali menjadi masyarakat biasa.

Ia berharap dengan pembinaan yang diberikan mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan bisa mendapatkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.

” Kreatifitas dan kemampuan mereka sebenarnya sangat banyak, tinggal bagaimana kita menyalurkan dan membinanya, agar bisa berkembang dan mendapatkan penghasilan dari hal tersebut, ” kata Fahrurazi.

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony Widodo

Pos terkait