Satu Heli Bombing Terpaksa Diistirahatkan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Helikopter penabur air Karhutla atau heli boombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mendarat secara darurat pekan lalu hingga sekarang harus diistirahatkan. Pasalnya, awak mesin utama heli tiba-tiba mengalami masalah serius.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Wahyuddin, mesin utama dari Helikopter tersebut mengalami sinjal saat ingin beroperasi hingga membuat baling-baling Helikopter tidak stabil.

Muat Lebih

“Betul, mesin utama di heli mengalami masalah hingga baling-baling mengalami sinjal yang membuat tidak stabilnya saat hendak melakukan operasi penyiraman karhutla,” ujarnya kepada wartaniaga.com, Minggu (21/9).

Selain itu, Wahyu menjelaskan akibat kejadian itu diduga karena overtimenya jam operasi Karhutla. Sehingga mengakibatkan Helikopter mengalami kelelahan pada mesin utama.

“Laporan petugas saat ini di duga akibat overtime mengakibatkan mesin utama heli kepanasan dan kelelahan sehingga operasi harus ditunda sementara,” bebernya.

Ia melanjutkan lagi, sekarang ini heli masih menjalani tes uji coba (Running test) untuk bisa beroperasikan kembali, apabila normal maka Senin ini sudah dipastikan penabur air Karhutla itu sudah bisa dimaksimalkan.

“Hari ini sedang dilakukan uji test kelayakan penerbangan heli water boombing kalau sudah normal maka kita sudah bisa maksimalkan untuk penanggulangan Karhutla,” tandasnya.

Dalam hal ini, Wahyu juga sudah memaksimalkan selama dua hari terakhir ada empat unit helikoper BNBP lainnya yang melakukan operasi Karhulta di Kalsel.

“Dari kemarin sampai dengan hari ini kita sudah memaksimalkan empat unit heli untuk pengoperasian Karhutla di Kalsel,” tutupnya.

Reporter : Riswan
Editor : Hamdani
Foto : Riswan

BACA JUGA:  Mengembalikan Eksistensi Pasar Terapung Kuin

Pos terkait