Adanya Kandang Babi, Ganggu Proses Ajar Mengajar SMA Darul Hijrah 2

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Praktik ajar mengajar di SMA Darul Hijrah 2 Banjarbaru selama ini bercampur aduk dengan bau tak sedap. Pasalnya, sekolah itu langsung berbatasan dengan kandang babi, sehingga tak heran bau yang dikeluarkan dari kandang hewan itu menjadi pendamping dalam praktik mengajar.

Kepala Sekolah SMA Darul Hijrah 2 Banjarbaru, melalui Bidang Tenaga Pengajaran, Sumardiono mengatakan sering mengalami problem dalam hal mengajar di lingkungannya. Hal itu, karena aktivitas peternakan babi menjadi salah satu faktor utama hilangnya konsentrasi murid dalam belajar.

Kandang Babi

“Ya, mau belajar aja malas setiap kali mencium bau, siswa terlihat kurang konsenstrasi dalam belajar, bahkan ada yang kabur akibat tidak tahan dengan bau dari kandang babi itu,” ucapnya kepada Wartaniaga.com saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/8).

Ia mengungkapkan kesulitan saat ini bukan hanya pengajaran saja. Namun, dalam hal penerimaan siswa baru juga menjadi kendala utama, akibat peternakan babi dilingkungan sekolah menjadi salah satu pertimbangan orang tua dan calon siswa. Apalagi sambung M. Zainurriyanul Hakim, pemilik ternak babi tidak memperhatikan dan membiarkan babi lepas hingga masuk ke halaman sekolah.

“Bukan hanya bau yang kami dapatkan namun babi juga sering masuk dipekarangan sekolah”, bebernya.

Ketua RT. 18, Syahruddin menjelaskan pihaknya akan melakukan pertemuan serta diskusi dengan pemilik peternakan dan pihak sekolah dilingkungannya, supaya masalah ini bisa cepat teatasi.

“Ya, kita inginnya kedua belah pihak secepatnya dan bisa mendapatkan titik terang dari pihak sekolah dan pemilik peternakan babi dilingkungan tersebut, “bebernya.

Syahruddin akan memasukan dalam agenda rapat koordinasi (Rakor) kelurahan Guntung Manggis, harapnya lagi kedepan perlu adanya Perda yang mengatur masalah ini agar tidak terjadi konflik nantinya.

“Masalah ini kita akan masukan di agenda Rakor bersama pihak kelurahan dan perlu adanya perda, supaya tidak terjadi bentrok antara pemilik dan sekolah, ” ucapnya.

Pria yang akrab disapa, Uddin, meski keberadaan babi lebih dulu dari pada bangunan sekolahan, hal itu bersama dinas terkait sudah memberikan jaminan 6 bulan untuk pindah dari lingkungan sekolah. Namun sampai sekarang pemilik peternakan tersebut belum juga merespon.

“Dinas terkait sudah memberikan laporan terkait masalah tersebut, apabila melebihi dari masa itu kita akan tegaskan dan selalu ingatkan supaya bisa saling bertoleransi”, ungkapnya.

Sampai saat ini sang pemilik peternakan bernama Togass belum mengambil sikap tegas dalam memindahkan kandang serta babi ketempat yang jauh dari kesepakatan dengan pihak dinas terkait. Bahkan masih belum ada pembicaraan serius sekolah pihak sekolah dilingkungan tersebut.

Reporter : Mg 02
Editor : Hamdan
Foto : Mg 02

Pos terkait