Wartaniaga.com, Banjarmasin-Berdasarkan data dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) hanya 8.000 orang masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai penilai. Jumlah ini masih belum dirasa cukup jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini. Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Nasional MAPPI, Okky Danuza pada saat pembukaan Musyawarah Daerah (Musda ) II MAPPI Kalselteng.
Menurutnya, masih diperlukan puluhan ribu lagi agar profesi ini bisa sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia.
“ Sekitar 5 kali lipat dari jumlah sekarang yang masih sekitar 8.000 orang. Dan jika dibadingkan negara tetangga Malaysia, kita kalah seimbang walaupun jumlah profesi ini separu dari jumlah kita sekarang” jelasnya di Banjarmasin, Kamis (29/11).
Dikatakannya, ada beberapa faktor yang melatar belakangi jumlah yang masih sedikit, mulai belum adanya peraturan dan masih kurangnya dukungan dari dunia pendidikan.
“ Peraturan profesi penilai paling tertinggi sekarang baru pada tahap peraturan Menteri Keuangan, kami masih berusaha agar pengaturan profesi penilai mendapat aturan yang lebih tinggi dan sedang kami upayakan” terangnya.
Sementara itu, pada bidang pendidikan masih belum banyak sekolah dan perguruan tinggi yang memiliki jurusan Profesi Penilai juga menjadi faktor masih belum diliriknya profesi ini.
“ Dibanding profesi Akuntan Publik yang sekolah akuntansi mulai dari SMK hingga perguraun tinggi ada di mana-mana, profesi Penilai baru ada di Universitas Gajah Mada, itupun masih sedikit peminat” ungkap Okky.
Dirinya menuturkan, Kalselteng memiliki potensi besar untuk terus berkembang, maka perlu dibarengi juga dengan perkembangan jumlah profesi Penilai.
“Perkembangan ekonomi profesi penilai harus ikut berperan dalam pembangunan, alhamdulillah di Kalselteng sudah ada 7 kantor jasa penilaian publik yang aktif dan mudah-mudahan akan lebih banyak nantinya” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD MAPPI Kalselteng Bambang Hery Susanto mengharapkan jumlah profesi penilai diwlayahnya bertambah.
“Jumlah anggota kita baru 81 orang, kita berharap anggotanya lebih banyak lagi, kalau bisa dari putra daerah” katanya.
Reporter : Fathur Rahman
Editor : Didin Ariyadi
Foto : Fathur Rahman



















