Loading...
60 views

Bisnis Souvenir Kian Populer

Loading...

WartaNiaga.com – Sampit.  Souvenir atau oleh-oleh menjadi keharusan apabila seseorang berkunjung ke kota lain. Mencari dan membawanya pulang sebagai buah tangan menjadi sesuatu yang cukup membanggakan. Terlebih lagi, oleh-oleh bukan hanya berbentuk handycraf seperti kalaung, cinci, kaos, tas, sandal namun kulinernya juga ikut diburu.

Sadar akan potensi bisnis ini, PT Indonesia Villa Jaya yang berkantor pusat di Batam kini berekspasi ke Banjarmasin dengan membuka cabang yang diberi nama Wadai Banjar.

Menurut Pimpinan Cabang Banjarmasin, Buchari, Banjarmasin adalah kota kelima dari enam cabang yang mereka dimiliki. “Kami saat ini telah memiliki enam cabang yakni Tanjung Pinang, Pekanbaru, Balikpapan, Banjarmasin dan Padang” ujarnya.

Dipilihnya kota ini menjadi cabang, lanjutnya karena Banjarmasin merupakan kota perdagangan dengan arus penerbangan pesawat yang cukup padat. Hal ini membuktikan banyaknya orang luar daerah yang hilir mudik dari dan ke Banjarmasin. “Potensi inilah yang kami lihat” katanya.

BACA JUGA:  Saat Ramadhan Omset Usaha Perempuan ini Naik 2 Kali Lipat. Anda Mau Coba?

Meski baru beroperasi sejak 18 Desember 2012yang lalu, Wadai Banjar sudah banyak dikenal oleh masyarakat, selain lokasi yang strategis di bilangan jalan A.Yani Km 2 ini setiap harinya juga selalu dipadati pengunjung.

Menyediakan berbagai souvenir khas Kalsel, Wadai Banjar menawarkan konsep berbelanja oleh-oleh yang berbeda dengan yang sudah ada. Di sini pembeli dapat memperoleh berbagai kuliner Banjar yang telah dimodifikasi.

“Selain menyediakan berbagai makanan ringan khas banjar, kami juga memodifikasi beberapa kue banjar yang awalnya tidak dapat bertahan lama seperti Bingka, kini kue itu dapat dijadikan oleh-oleh dan lebih tahan lama” terangnya.

Buka dari pukul 08.00 sampai dengan 22.00 wita, Wadai Banjar menyediakan lebih dari 40 jenis jajanan khas banjar yang di bungkus menarik. Harga yang mereka tawarkan juga terlbilang murah, mulai dari Rp. 25.000 hingga Rp. 200.000 per buah.
Dan demi mengangkat UMKM daerah, Wadai Banjar menawarkan kepada pengrajin daerah untuk bekerjasama dengan sistem konsinyasi (titip produk).
“ Kehadiran kami di sini juga berupaya mengangkat produk daerah khsusnya kuliner, Wadai Banjar menawarkan kerjasama konsinyasi. Bagi UMKM yang ingin menitipkan barangnya bisa datang dengan membawa contoh produk saja” ujarnya
Tidak berbeda dengan Wadai Banjar, Isar pemilik Toko Lily Souvenir, Kota Sampit menilai peluang bisnis penjualan souvenir masih memiliki peluang yang cukup besar. Buktinya, omset yang diperolehnya dalam sehari mencapai Rp. 3 juta.
“ Omset yang saya peroleh sehari antara satu hingga tiga juta rupiah, jumlah ini belum termasuk apabila hari libur yang bisa mencapai 2 kali lipat. Ini membuktikan usaha penjualan souvenir masih memiliki peluang besar” jelas Isar.
Dituturkannya, bisnis yang dirintisnya sejak Maret 2012 ini menjual berbagai souvenir khas Kalteng seperti Mandau, Tameng khas dayak, Tas, baju kaos, berbagai batu perhiasan serta manic-manik yang bercirikan dayak.

BACA JUGA:  Ini Kata Erick Thohir Bila Ingin Sukses Jadi Pengusaha
Loading...

Meski toko Lily Souvenir terbilang baru berusia setahun, namun langganannya sudah banyak. Bukan saja berasal dari masyarakat lokal tetapi juga mereka yang berasal dari luar pulau.

“ Para pembeli oleh-oleh di toko kami tidak hanya dari daerah Kaltengsel, namun banyak dari pendatang misalnya dari jawa, sulawesi dan bahkan sumatera” ujarnya.
Bagi Isar, usahanya ini selain menghasilkan juga ikut melestarikan budaya dan kerajinan khas Kalteng.” Di samping sebagai bisnis usaha penjualan souvenir juga ikut mendukung melestarikan budaya daerah khsusnya Kalteng “ katanya mengakhiri.

Facebook Comments
Loading...
BACA JUGA:  Hari Raya Datang Kue Lebaran Jadi Peluang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.