Polinka Gelar Wisuda ke-11, Hadimi Pesan Lulusan Jadi Nakes Baiman, Bauntung, Batuah

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Wisuda bukan sekadar seremoni menandai berakhirnya masa pendidikan. Lebih dari itu, wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Wisuda ke-11 Politeknik Unggulan Kalimantan (Polinka) yang digelar di Ballroom Hotel HBI Banjarmasin, Sabtu (3/10).

Sebanyak 152 wisudawan dan wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan dari sejumlah program studi Diploma III (D-III).

Direktur Polinka, Ners Husin, S.Kep., MPH, mengatakan para lulusan tersebut berasal dari Program Studi D-III Farmasi, Fisioterapi, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), Analis Kesehatan/Teknologi Laboratorium Medis (ATLM), serta Teknik Elektro Medik.

Sementara itu, Program Studi D-IV Manajemen Informasi Kesehatan yang menghasilkan gelar Sarjana Terapan (S.Tr.) masih melaksanakan proses perkuliahan.

Pembina Yayasan Pucuk Merah yang menaungi Polinka, H. Anwar Hadimi, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi secara akademik, tetapi juga membawa nilai-nilai kemanusiaan ketika terjun ke dunia kerja.

Menurut Hadimi, tenaga kesehatan memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan bukan hanya pelayanan medis, tetapi juga perhatian dan ketulusan.

Ia pun berpesan agar para lulusan senantiasa mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan.

“Dalam bekerja, terapkan sisi humanis kepada pasien. Sapa, tegur dengan ramah dan berikan senyum,” pesannya.

Hadimi berharap para lulusan Polinka mampu menjadi tenaga kesehatan yang memberikan kontribusi bagi pembangunan kesehatan di Banua.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan, jajaran kesehatan, LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, serta rumah sakit, poliklinik dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang selama ini turut mendukung proses pendidikan dan pengembangan lulusan Polinka.

“Karena kita tidak dapat bergerak tanpa dukungan mereka, termasuk kontribusi dari rumah sakit, poliklinik serta layanan kesehatan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Menurut Hadimi, kebutuhan terhadap tenaga kesehatan masih cukup besar. Hal itu tercermin dari tingginya serapan lulusan Polinka pada dunia kerja.

Ia menyebut, sekitar 97 persen lulusan Polinka pada tahun sebelumnya telah memperoleh pekerjaan atau terserap di dunia kerja.

“Semoga lulusan Polinka bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Bukan hanya obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat, tetapi juga bagaimana bersikap, memiliki attitude, memberikan senyum, sopan dan menghadirkan sentuhan kemanusiaan,” tuturnya.

Hadimi kemudian mengingatkan para lulusan pada sebuah nasihat yang lekat dengan nilai-nilai masyarakat Banjar: “Baiman, Bauntung, Batuah.”

Pesan itu diharapkan menjadi bekal moral bagi para lulusan dalam menjalankan profesinya—memiliki iman, membawa kebermanfaatan, dan menjadi pribadi yang memberi keberkahan bagi orang lain.

Sebab, ilmu kesehatan bukan hanya tentang bagaimana menyembuhkan penyakit, tetapi juga bagaimana menghadirkan kepedulian, keramahan dan harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan pertolongan.

Dengan bekal ilmu dan nilai kemanusiaan tersebut, para lulusan Polinka diharapkan mampu melangkah meninggalkan almamaternya untuk mengabdi dan menjadi bagian dari tenaga kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan Banua.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait