Wartaniaga.com, Banjarbaru – Sebanyak 314 prajurit muda lulusan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 resmi dilepas untuk memperkuat ketahanan wilayah sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Jumat (22/5).
Mereka merupakan bagian dari 17.000 mantan siswa Dikmata TNI AD dari seluruh Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan militer dasar dan resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada). Khusus di wilayah Kodam XXII/Tambun Bungai, sebanyak 314 prajurit dibina di Markas Komando Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XXII/Tambun Bungai dan kini siap menjalankan tugas di berbagai wilayah penugasan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menegaskan bahwa kelulusan para prajurit muda ini bukan sekadar seremoni pendidikan, melainkan bagian dari langkah strategis memperkuat pertahanan negara, terutama di wilayah Kalimantan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
“Momen ini sangat penting. Kita baru saja melepas 314 putra terbaik asuhan Rindam XXII/Tambun Bungai, bagian dari 17.000 prajurit baru se-Indonesia. Mereka disiapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial yang mumpuni,” ujarnya.
Menurut Pangdam, karakteristik wilayah Kalimantan yang didominasi kawasan hutan, sungai, hingga daerah pedalaman membutuhkan prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan tempur, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat.
“Wilayah Kalimantan menuntut prajurit yang tidak hanya kuat bertempur, tetapi juga adaptif dan memahami karakter sosial budaya masyarakat setempat,” katanya.
Para lulusan nantinya akan memperkuat pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan, program yang menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi TNI AD tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah, terutama di wilayah terpencil, perbatasan, dan kawasan rawan bencana.
Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan, para tamtama muda tersebut telah dibekali berbagai kemampuan yang melampaui pelatihan tempur dasar. Mereka dipersiapkan menjadi bagian dari satuan teritorial yang berperan aktif mendorong pembangunan daerah.
“Mereka akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur fisik, memperkuat ketahanan wilayah, sekaligus menumbuhkan semangat juang masyarakat. Inilah makna prajurit pembangun sekaligus pelindung rakyat,” tegasnya.
Keberadaan prajurit di wilayah teritorial dinilai memiliki peran strategis karena mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan hadirnya negara, khususnya di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses pembangunan.
Pangdam juga berpesan kepada seluruh prajurit yang akan menjalankan tugas agar selalu menjaga kehormatan institusi dengan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
“Kalian adalah wajah TNI di mata masyarakat. Jadilah solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi rakyat di tempat tugas masing-masing,” pesannya.
Selain itu, para prajurit diminta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menunjang tugas, cepat beradaptasi dengan lingkungan penempatan, serta menghormati budaya dan kearifan lokal.
“Buktikan bahwa TNI AD selalu hadir bersama rakyat, berakar di bumi pertiwi, dan berjuang demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Pelepasan 314 prajurit muda Kodam XXII/Tambun Bungai ini menjadi bagian dari transformasi TNI Angkatan Darat dalam memperkuat pertahanan nasional sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan.
Editor : Eddy Dharmawan



















