Gerakan Bersih Banjarbaru Dimulai dari Lapangan Murdjani, Warga Diajak Jaga Lingkungan dengan Konsisten

Staf Ahli Menteri LH Bid. Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Ir Noer Adi Wardojo saat berikan arahan (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Apel Kesiapan dan Aksi Korvei Lingkungan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan dr. Murdjani, Kota Banjarbaru, Senin (9/3).

Apel tersebut menjadi awal dari gerakan bersih-bersih lingkungan secara besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam aksi korvei demi menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemerintah.

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Ir. Noer Adi Wardojo, menegaskan bahwa kegiatan korvei tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

“Tidak hanya satu kali, tapi harus berlanjut. Yang penting konsisten dan efektif untuk membersihkan Banjarbaru supaya benar-benar bersih dan resik,” ujarnya saat diwawancarai media.

Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, komando pengurangan sampah berada di tangan kepala daerah. Karena itu, pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama lintas perangkat daerah.

Menurutnya, pengelolaan kebersihan tidak hanya berada pada Dinas Lingkungan Hidup. Misalnya, kebersihan di pasar menjadi tanggung jawab dinas yang membidangi pasar, sementara pengelolaan sampah di hotel, restoran, dan kafe berada dalam pembinaan Dinas Pariwisata.

Noer Adi juga menekankan bahwa berbagai ilmu dan teknologi pengelolaan sampah sebenarnya sudah tersedia. Tantangan terbesar saat ini adalah komitmen dan kemauan bersama untuk menerapkannya secara nyata.

“Ilmunya sudah ada, teknologinya sudah ada. Sekarang pertanyaannya adalah mau atau tidak. Kita harus menyatakan bahwa semuanya bisa dan semuanya wajib melaksanakan,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait