Wartaniaga.com, Kotabaru- Ada momen di mana kata-kata terasa terlalu sederhana untuk menggambarkan apa yang dirasakan oleh hati. Itulah yang saya rasakan setelah menyelesaikan perjalanan reses di 6 titik wilayah pesisir kita. Mulai dari hamparan Pulau Kerayaan, melangkah ke Kerayaan Utara, singgah di Tanjung Sungkai, hingga membasuh rindu di Kerumputan, Senin (16/2).
Tujuan awal saya datang adalah untuk menjalankan kewajiban konstitusi, duduk bersama bapak dan ibu untuk mendengarkan keluh kesah serta harapan tentang masa depan daerah kita. Namun, apa yang saya dapati jauh melampaui sekadar pertemuan formal antara wakil rakyat dan warga.
Jujur, saya merasa heran sekaligus sangat terharu. Bagaimana mungkin, di setiap titik desa yang saya kunjungi, bapak dan ibu telah menyiapkan kejutan ulang tahun untuk saya. Di tengah kesibukan melaut dan berladang, kalian masih menyisihkan ruang di hati untuk mengingat hari kelahiran saya.
Melihat kue sederhana, doa-doa tulus yang dipanjatkan, dan senyum ikhlas dari wajah-wajah pejuang pesisir, membuat tenggorokan saya tercekat. Rasanya seperti sedang berada di tengah keluarga besar sendiri.
“Saya datang untuk memberi telinga bagi aspirasi masyarakat, tapi justru saya yang pulang dengan hati yang penuh terisi oleh kasih sayang kalian,” terharunya.
Terima kasih yang tak terhingga untuk masyarakat pesisir. Kejutan-kejutan itu bukan hanya sekadar perayaan, melainkan cambuk bagi saya untuk tidak pernah lelah.
Sebagai Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, setiap suapan kue dan doa yang bapak-ibu berikan adalah amanah berat yang harus saya bayar dengan kerja nyata.
Saya tidak akan melupakan hangatnya sambutan di Kerayaan, ketulusan di Tanjung Sungkai, maupun persaudaraan di Kerumputan. Perjalanan ini mengingatkan saya kembali bahwa jabatan hanyalah titipan, namun silaturahmi dan pengabdian adalah keabadian.
Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan bapak, ibu, dan saudara-saudaraku semua dengan keberkahan yang melimpah. Saya pulang membawa catatan aspirasi kalian, dan saya akan kembali untuk memastikan harapan itu menjadi kenyataan.
Repoter: Anaq.
Editor: Hariyadi




















