Wartaniaga.com, Kotabaru – Masjid Apung Siring Laut yang menjadi ikon wisata religi di Bumi Sa-Ijaan tampak lebih khidmat dari biasanya pada Senin, (19/1).
Ratusan jemaah berkumpul dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotabaru.
Bagi organisasi pemberdayaan perempuan ini, peringatan perjalanan agung Rasulullah bukan sekadar seremoni tahunan.
PKK Kotabaru membidik sasaran yang lebih domestik namun krusial, memperkokoh benteng ketahanan keluarga.
Wakil Ketua TP PKK Kotabaru, Siti Hadijah Syairi Mukhlis, menegaskan bahwa esensi perintah salat yang dibawa Rasulullah merupakan fondasi utama dalam membangun harmoni rumah tangga.
“Salat jangan hanya dimaknai sebagai kewajiban ritual, tetapi kebutuhan spiritual,” ujar Siti Hadijah saat mewakili Ketua TP PKK, Suci Anisa Rusli.
Dalam arahannya, Siti Hadijah menekankan peran penting ibu dan pengurus PKK untuk menjadikan keluarga sebagai madrasah atau sekolah pertama bagi anak-anak.
Menurutnya, ketahanan sebuah daerah bermula dari penanaman nilai moral dan agama di level unit terkecil masyarakat.
“Nilai luhur dari Rasulullah dan keteladanan Abah Guru Sekumpul harus menjadi cermin bagi kita dalam membina keluarga yang religius,” tambahnya di hadapan para anggota organisasi wanita dan perwakilan majelis taklim.
Nuansa religius semakin terasa dengan pembacaan Manaqib Abah Guru Sekumpul dan lantunan syair Maulid Habsyi.
Suasana kian syahdu saat Qori’ah Nihayatu Solehah membacakan ayat suci Al-Qur’an, disusul tausiah mendalam dari Ustadzah Rosma Hamida.
Lulusan Universitas Al Ahgaff Yaman tersebut mengupas tuntas bagaimana hikmah Isra Mi’raj seharusnya mampu membentuk keteguhan iman umat di tengah tantangan zaman modern.
Acara ini turut dihadiri oleh Camat Pulau Laut Utara, Hj Fitria Yusiana, serta jajaran pengurus organisasi wanita lintas sektor di Kabupaten Kotabaru.
Reporter: Anaq.
Editor: Hariyadi




















