Wartaniaga.com, Banjarmasin – Menjadi bagian dari sandwich generation bukan perkara mudah. Kelompok ini dituntut mampu memenuhi kebutuhan pribadi, anak, sekaligus orang tua dalam waktu bersamaan. Menyadari tantangan tersebut, Bank Kalsel membagikan sejumlah tips pengelolaan keuangan cerdas agar kondisi finansial tetap sehat dan terkendali.
Langkah awal yang disarankan adalah menyusun anggaran bulanan secara rinci. Pemisahan antara pengeluaran rutin seperti tagihan, cicilan, dan kebutuhan pokok dengan kebutuhan orang tua dan anak dinilai penting agar arus keuangan lebih terkontrol.
Bank Kalsel juga merekomendasikan penerapan metode pengelolaan keuangan 50/30/20, yakni 50 persen untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk keinginan, serta 20 persen dialokasikan untuk tabungan dan investasi. Pola ini dinilai efektif menjaga keseimbangan antara kebutuhan hari ini dan persiapan masa depan.
Selain itu, penyediaan dana darurat menjadi prioritas utama. Idealnya, dana darurat disiapkan minimal setara enam bulan pengeluaran bulanan. Dana ini berfungsi sebagai bantalan keuangan jika sewaktu-waktu terjadi kondisi tak terduga, seperti biaya kesehatan orang tua atau kebutuhan pendidikan anak.
Perlindungan finansial juga tak kalah penting. Bank Kalsel mengingatkan pentingnya memiliki asuransi kesehatan dan jiwa, baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga. Perlindungan ini dapat mengurangi risiko beban finansial besar akibat kejadian yang tidak diharapkan.
Dalam pengelolaan keuangan, penentuan skala prioritas menjadi kunci. Jika belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan, komunikasi terbuka dengan keluarga sangat diperlukan agar ekspektasi tetap realistis dan sesuai kemampuan.
Bank Kalsel juga mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi sejak dini menggunakan instrumen yang sesuai dengan profil risiko, seperti reksa dana, emas, maupun Surat Berharga Negara (SBN). Investasi dinilai penting agar dana tidak hanya tersimpan, tetapi juga berkembang nilainya.
Keterlibatan keluarga dalam perencanaan keuangan turut menjadi perhatian. Diskusi terbuka dengan pasangan dan orang tua mengenai kebutuhan, pengeluaran, serta batas kemampuan finansial diyakini dapat mencegah konflik di kemudian hari.
Tak kalah penting, masyarakat diimbau untuk mewaspadai gaya hidup konsumtif. Fokus pada kebutuhan, bukan gengsi, serta memanfaatkan promo, diskon, dan cashback dapat membantu penghematan. Bank Kalsel juga menganjurkan penggunaan aplikasi AKSEL by Bank Kalsel untuk memantau pengeluaran, membayar tagihan, menabung otomatis, hingga mengakses berbagai produk keuangan secara praktis.
“Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa dampak besar bagi kekuatan finansial keluarga,” demikian pesan Bank Kalsel. Masyarakat pun diajak mengunduh aplikasi AKSEL by Bank Kalsel untuk kemudahan pengelolaan keuangan kapan saja dan di mana saja.
Editor: Aditya
Sumber: Bank Kalsel





















