Pemko Banjarmasin Serius Tekan Angka Stunting Turun di 2026

Wartaniaga.com,Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin serius tekan angka stunting turun di tahun 2026 mendatang.

Dalam hal ini, Pemko Banjarmasin menggandeng Bunda PAUD Kota Banjarmasin untuk penanganan stunting terhadap anak usia dini melalui program PAUD Holistik Integratif (HI).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan bahwa untuk penanganan stunting sangat berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi.

“Namun memang paling dominan itu ada di pola asuh dan pembentukan karakter dari orang tua itu sendiri ataupun guru. Sehingga saat karakter terbentuk, terutama dalam penanganan stunting. Tentu sudah siap,” ucap Ikhsan di sela-sela Acara Diklat Stunting di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Senin (29/9/2025).

Ikhsan mengungkapkan bahwa angka stunting di Kota Banjarmasin masih di kisaran 20 persen setelah ada perubahan indikator penilaian.

Menurut Ikhsan angka itu masih jauh dari target nasional 14 persen. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa hal itu tak membuat Pemko Banjarmasin menyerah atau putus asa.

Melainkan makin serius untuk menangani dengan segala upaya yang dilakukan. Salah satunya program PAUD HI ini.

“Kita optimis angka stunting bisa terus turun,” akhirnya.

Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani menuturkan penanganan permasalahan stunting ini tentunya harus melibatkan seluruh pihak. Termasuk di sektor pendidikan.

“Penanganan ini tidak bisa sendiri-sendiri harus semua pihak ikut bekerja menurunkan stunting,” tekan Neli.

Penanganan stunting ini juga lanjutnya, jadi perhatian serius Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PPK) Kota Banjarmasin yang terjun langsung ke masyarakat.

“Kegiatan mereka juga ikut menjalankan posyandu di kelurahan yang ada di Banjarmasin,” ujar Neli yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kota Banjarmasin.

Ia optimis jika semua pihak bergerak. Maka stunting bisa turun bahkan sampai zero kasus sesuai visi misi Wali Kota – Wakil Wali Kota Banjarmasin maju sejahtera.

“Insya Allah, kita optimis bisa menangani kasus stunting hingga turun,” akhirnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ahmad Baihaqi menyebutkan bahwa ada 130 tenaga pendidik se-Kota Banjarmasin.

“Peserta yang ikut merupakan terpilih,” kata Baihaqi.

Peran mereka sendiri lanjut Baihaqi, untuk penanganan stunting langsung jika ada peserta didik yang beresiko stunting.

“Karena anak stunting itu terlihat langsung fisiknya, setelah itu ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan untuk penanganan stunting ini,” pungkasnya.

Editor:Fairuz Reza

Pos terkait