Wartaniaga.com, Banjarmasin- Kampung Ketupat tempat wisata yang sempat ditutup pertengahan 2024, kini dibuka kembali di awal 2025 lalu.
Sebelumnya ditutup dan sepi karena mengenakan biaya masuk Rp. 25.000 kepada pengunjung per orangnya. Akibatnya para pedagang dan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di sana ikut merasakan imbasnya. Kini setelah digratiskan biaya masuk Kampung Ketupat ramai kembali.
Dina salah seorang Pedagang Kepiting Goyang Lidah, mengaku bersyukur dengan bukanya Kampung Ketupat tanpa biaya masuk.
“Awal buka 25 ribu rupiah harga masuk per orangnya, belum lagi bertiga sama anak sudah 75 ribu, mungkin ini alasannya kenapa dulu sempat sepi, sama tenant jualan juga tidak terlalu banyak”, ujar Dina. Selasa (18/02/2025).
Hanya bertahan beberapa bulan Kampung Ketupat akhirnya ditutup, yang memungkinkan tidak beroperasionalnya wisata disana. Perubahan terjadi setelah dibuka kembali dengan transformasi yang sedikit berbeda salah satunya biaya sewa, yang dulunya bayar sekarang lebih meringankan pelaku usaha dan memilih membuka lapak disana.
“Alhamdulillah setiap hari selalu ada pengunjung, kadang habis beberapa pack menu”, jelasnya.
Ia menambahkan biaya sewa lebih bagi hasil omset tiap bulannya.
“Sewanya pun kami lebih ke bagi hasil sih, jadi gak ada beban. Mending kaya gitu karna kalau ada biaya sewa trafficnya tidak ada, terus mereka yang rugi. Kalau dulu ada dikenakan biaya sewa 100 ribu perbulannya”, ujar Dina.
Sementara itu, Tiara pedagang Cappucino Nyanyat Group memaparkan bahwa pengunjung lebih ramai pada saat malam hari.
“Pengunjung ada terus, biasanya Senin sampai Kamis ramenya dari malam sampai jam 10 an, nah kalau weekend ramenya dari pagi sampai malam padat pengunjung Alhamdulillahnya”, papar Tiara.
Walaupun pengunjung datang dengan waktu yang berbeda, dirinya meyakini tempat wisata ini sangat menjanjikan untuk omsetnya.
“Karena tempat ini dinaungi oleh Pemerintah kota, kami merasa dijanjikan karena tidak ada biaya sewanya”, tutupnya dengan wajah yang ceria.
Reporter : Sephia Aprilian Pradini
Editor : Fairuz Reza



















