KH Syarifuddin Muhammad : MTQ, Kegiatan Keagamaan Satu-satunya di Dunia

H Yusri kiri, tengah KH Syarifuddin Muhammad kanan penulis.

Dia menambahkan bahwa untuk daerah Jawa Timur itu mulai sejak dulu banyak Qori dan Qoriah karena disana banyak pesantren yang anak-anak kita juga banyak menimba ilmu disana.

Bagaimana dengan DKI yang juga banyak mewakili berasal dari daerah yang sudah menjadi warga DKI Kyai ?

“Untuk Qori dan Qoriah di Kalimantan mulai sabaharian (dari dulu, Banjar red) jua. Sementara Jakarta yang merupakan Ibukota Negara jadi milik kita semua, jadi yang menempatinya orang-orang daerah semua ada disitu termasuk orang Kalimantan, Sulawesi, Medan dan dari seluruh daerah di Indonesia,”.

Dia melanjutkan bahwa sekarang ini kemampuan anak-anak itu hampir merata. Cuma untuk masalah keilmuan untuk Indonesia Timur agak terlambat sedikit di banding di daerah Jawa.

Untuk kemajuannya sekarang seperti apa Kyai ?

“Alhamdulillah sekarang untuk daerah juga banyak yang mengirimkan santri-santri atau para Qori dan Qoriahnya ke Jawa untuk lebih menambah keilmuannya terutama dibidang penguasaan bacaan, tafsir, maupun tahfiz Alqur’an,”.

Akan halnya perkembangan para Qori dan Qoriah di Kalimantan Selatan, KH Syarifuddin memberikan apresiasi kepada LPTQ kabupaten/kota atau Kalimantan Selatan yang sudah mengirim ada beberapa peserta yang potensial yang di bina di DKI sebagai pusat LPTQ Nasional.

Jadi langkah-langkah seperti apa untuk meingkatkan potensi para qori dan qoriah tersebut kyai ?

Pos terkait

banner 468x60