Antisipasi Lonjakan Harga Pasca Naiknya BBM, Disdag Kota Banjarbaru Akan Gelar Pasar Murah

HM Aditya Mufti Ariffin saat meninjau pasar murah

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Imbas naiknya harga BBM Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru akan menggelar pasar murah di 5 Kecamatan pada pertengahan Oktober 2022 nanti.

Hal tersebut disampaikan Drs Abdul Basid MM Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru saat dikonfirmasi media ini melalui akun Whatsappnya. Menurutnya, masalah kenaikan harga secara umum adalah Nasional termasuk Kalsel, Senin (26/9/2022).

Pemerintah Pusat meminta kepada daerah mengambil langkah untuk menekan laju inflasi akibat kenaikan BBM ini. “Untuk di banjarbaru sendiri memang ada mengalami kenaikan seperti bawang merah, cabe bahkan beras,”ujarnya.

Anshori Kabid Perdagangan kota Banjarbaru

“Kita secara rutin melakukan pengawasan harga Bapok secara berurutan laporannya disampaikan ke Provinsi dan Pusat, sedangkan stok barang di Banjarbaru Insya Allah masih terpantau aman,”terangnya.

Untuk penanganan inflasi Disdag Kota banjarbaru mengusulkan kegiatan pasar murah di 5 Kecamatan Kota banjarbaru. Tetapi usulan ini diajukan dalam anggaran perubahan, mudahan sudah terlaksana di bulan Oktober ini,”tutupnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan kota Banjarbaru Anshori saat ditemui diruang kerjanya mengatakan pihaknya selalu rutin memantau perkembangan harga dipasar terutama di Kota Banjarbaru baik sebelum maupun sesudah adanya kenaikan BBM.

“Untuk telur sejak Januari 2022 sudah naik ini dampak dari kenaikan harga pakan kisaran harga 29 sampai 30 ribu perkilogramnya. Sedang beras lokal sudah ada kenaikan sebelum BBM naik, itu adalah dampak gagal panen, kenaikannya antara 1000 sampai 2000 rupiah perliter,”ujarnya.

Dari data yang kami dapatkan lanjutnya, untuk harga bapok yang lainnya masih harga lama cuma yang mengalami kenaikan harga ayam ras yang sebelumnya harga 53 ribu perpotong naik menjadi 58 ribu atau kisaran 5000 rupiah perpotong.

“Langkah kita didinas adalah selalu memantau harga dari semua bapok dan apabila terjadi ledakan yang signifikan maka kita akan berkoordinasi dengan Disdag Kalsel guna mengatur langkah mengantisipasi persoalan tersebut,”paparnya.

Sampai dengan saat ini, untuk harga Bapok yang lainnya masih terpantau aman dan ketersediaanya cukup serta tidak ada kenaikan yang signifikan setelah adanya kenaikan BBM.

“Sesuai dengan arahan Kadisdag untuk mengantisipasi lonjakan harga dipasar pasca kenaikan BBM kami mengusulkan akan mengadakan pasar murah di 5 Kecamatan. Untuk anggarannya masih digodok dan dimasukkan dalam anggaran perubahan, Insya Allah pada Oktober ini pelaksanaan pasar murah tersebut akan kita gelar,”pungkasnya.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait