Fatality Rate Covid-19 di Banjarmasin Cukup Tinggi, Ibnu Upayakan Tambah Ruang Isolasi

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan tercatat cukup tinggi. Di mana, dari jumlah tersebut, Kota Banjarmasin lah yang paling banyak menyumbang angka kematian. Data ini berdasarkan yang dirilis oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalimantan Selatan.

Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Banjarmasin ini, jauh lebih tinggi daripada jumlah kasus sembuh dari Covid-19 yang hanya berjumlah 19 kasus saja. Dengan demikian, fatality rate Covid-19 di Kota Banjarmasin cukup tinggi.

Merespon hal ini, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengakui hal itu. Ibnu yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin ini mengatakan, jajarannya sudah berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalimantan Selatan terkait hal ini.

BACA JUGA:  Ratusan Siswa Ikut Seleksi Paskibraka

“Artinya angka kesembuhan ini yang harus ditingkatkan. Jangan sampai fatality rate-nya tinggi,” ucap Ibnu kepada awak media, Rabu (20/5/2020) siang.

Sehingga, Tim Surveilans Epidemiologi pun bergerak cepat untuk menemukan orang-orang yang memiliki indikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tracking. Agar, ketika ditemukan dalam keadaan cukup fit.

“Jangan sampai sudah sakit, baru melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Di samping itu, Ibnu menambahkan, ruang isolasi di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin akan ditambah. “Untuk ini sudah kita koordinasikan dengan Pemprov Kalsel untuk bantuan peralatan medis, sarana maupun prasarana di ruang isolasi,” tambahnya.

Tak hanya itu, guna mengantisipasi ledakan kasus positif Covid-19 di kota seribu sungai, rumah karantina juga disiapkan di tiap-tiap kecamatan. Wacana ini sendiri pernah mencuat beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  PSBB Banjarmasin Diperpanjang Hingga Tanggal 31 Mei 2020

“Paling tidak di tiap kecamatan ada satu rumah karantina. Itu antisipasi kita, mudah-mudahan (kasus positif Covid-19) tidak naik lagi setelah sempat naik grafiknya, sehingga bisa kita pastikan. Karena tracking sudah maksimal untuk mendapatkan orang-orang yang dianggap kontak erat maupun suspect Covid-19,” tandas Ibnu.

Penulis : Fadlan

Pos terkait