Adaro Sulap Eks Tambang Jadi Lahan Produktif ( Bagian 1)

Tempat ini merupakan laboratorium dan pembibitan sejumlah pohon yang merupakan vegetasi asli kawasan tambang. Mereka membaginya ke dalam dua kelompok, yakni fast growing seperti pohon Pinus, Akasia, Sengon, Mahoni, Trembesi dan lainnya. Kemudian low growing yang antara lain terdiri dari Pohon Ulin, Meranti dan sebagainya.

“Untuk di Nursery ini saja misalnya, kita ada 3000 ribu bibit Pohon Ulin yang berusia 5 hingga 8 tahun. Sedangkan yang kita tanam sudah ada 100 pohon lebih. Belum lagi di 3 Nursery lain yang berada di bawah PT Adaro Indonesia,” terang Djoko.

Total ujarnya, 50 jenis tanaman dengan total mencapai 250.000.

Sementara dari sisi hulu, Adara bekerjasama denga masyarakat sekitar tambang sebagai salah satu penerima manfaat konservasi lahan eks tambang.

Menariknya, Adaro tidak saja menyulap lahan eks tambangnya menjadi hutan konservasi bagi 30 jenis burang dan bekantan tetapi juga menjadikan galian bekas tambang menjadi danau yang bernilai ekonomis.

Dua hektar lebih galian bekas tambang kini telah menjadi danua dan habitat bagi puluhan jenis ikan.

Bahkan, air sisa luapan danau dimanfaatkan untuk pembibitan ikan Nila, Pipih, Gurami, Batok dan lainya.

Bibit ikan sendiri selama ini dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dan pesantren sekitar tambang di 2 kabupaten yakni Tabalong dan Balangan.

Tidak hanya sampai di sini, Adaro juga melakukan reklamasi dan rehabilitas Darrah Aliran Sungai ( DAS) terhadap lahan di luar atra tambang.

Dari total 8000 hektar kewajiban reklamasi di luar area tambang sudah 7000 hektar yang terselesaikan dan 1200 hektar diantaranyatelah diserhkan ke pemerintah.

Sedangkan rehabilitas DAS di 2 provinsi yakni Kalsel dan Kalteng, Adaro telah memenuhi 100 persen kewajibannya.

Editor : Didin Ariyadi

Fotografer : Ahmad Syarif

Pos terkait