Juara II Capaian KB, Pemprov Kalsel Terima Penghargaan dari Inspektur Utama BKKBN

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Permasalahan stunting menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengatakan stunting merupakan permasalahan serius yang dialami balita di Indonesia bahkan dunia.

Ia menjelaskan berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita.

Meski prevalensi stunting ini telah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, namun mengingat target nasional sebesar 14 persen di tahun 2024, maka penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama.

“Angka stunting Kalsel tahun 2021 menurut data SSGI masih berada di atas rata-rata nasional dan menempati urutan ke 6 tertinggi di indonesia dengan angka 30 poin,” bebernya.

Terdapat 5 Kabupaten angka stunting lebih tinggi dari rata–rata provinsi Kalsel, yaitu Tanah Laut, Balangan, Barito Kuala, Tapin, dan Kabupaten Banjar.

Mengingat pentingnya permasalahan stunting di Kalsel, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) diharap segera bergerak, rencana aksi harus di fokuskan pada kantung-kantung stunting yang ada di Kabupaten/Kota Kalsel.

Sebelum acara berlangsung Sekdaprov Kalsel menerima piagam penghargaan, atas keberhasilan Pemprov Kalsel meraih Juara 2 Capaian KB MKJP Tk Provinsi Kalimantan Selatan Target MKJP < 1.500 dan Juara 3 Total Capaian Pelayanan KB Tk Provinsi Kalimantan Selatan Target Total 10.000-60.000, Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021 lalu. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Inspektur Utama BKKBN, Ari Dwikora Tono.

Editor: Aditya
Sumber: Biro Adpim Setdaprov Kalsel

Pos terkait