Ibu-ibu Menjerit, Stok Minyak Goreng Harga Rp 14.000,- Kosong di Retail Modern Banjarbaru

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Persedian minyak goreng dengan harga Rp 14.000,-/liter tidak tersedia alias kosong beberapa hari ini di beberapa retail moderen Banjarbaru akibat tidak adanya pasokan.

Hal ini, terlihat dibeberapa counter retail modern, biasanya selalu ada akan tetapi saat berita ini disampaikan persediaan minyak goreng terlihat kosong melompong.

Salah seorang ibu, Rosita saat melihat stok minyak goreng merasa kecewa. Pasalnya dipasaran masih harga kisaran 17 sampai 18 ribu per liternya. Itupun tergantung mereknya.

“Iya saat saya mau beli minyak goreng disini, ternyata stoknya kosong yam au tidak mau beli di pasar atau warung yang harganya lebih mahal,”katanya kepada Wartaniaga.

Kenyataan itu dibenarkan oleh karyawan pasar modern ini, menurutnya sampai dengan saat in pasokan dari pusat retail belum ada kiriman untuk minyak goreng.

BACA JUGA:  Disebut Terjaring Razia PPKM. Miftahul Chotimah : Saya Pulang Reses

Sedang untuk pembelian setiap orang dibatasi hanya 2 liter tidak lebih, kemungkinan bawa keluarga jadi mereka tidak bisa melarang untuk hal tersebut

“Tadi baru masuk kiriman dari Banjarmasin, tetapi untuk minyak goreng kemasan belum ada, sudah hampir 2 hari ini stoknya kosong,”terangnya.

Sementara itu, Amang Basri salah satu pedagang pasar tradisional mengatakan bahwa untuk saat ini harga minyak goreng dipasaran berkisar antara 16 sampai 18 ribu rupiah perliter tergantung mereknya.

“Untuk harga yang 16 ribu rupiah sudah habis dari kemaren, jadi yang kami jual harga 17ribu sampai 19 ribu rupiah perliternya,”ujarnya.

Untuk harga Rp 14.000,- Basri mengatakan belum pernah menjualnya, jadi pasokan dari agen harga masih tinggi dan bervariasi.

BACA JUGA:  Menyusul Q Mall Banjarbaru, Duta Mall Dipastikan Tutup 3 Hari

Kadisdag Provinsi Kalimantan Selatan saat dihubungi melalui whatsapp pribadinya mengatakan bahwa mestinya konfirmasi ke Diperindag Kota Banjarbaru, karena retail moderen adalah kewenangan kabupaten/kota.

Saat dihubungi wartaniaga kadisdag kota Banjarbaru Abdul Basit melalui sambungan telpon whatshappnya tidak ada respon, Minggu (6/2/2022).

Birhasani pun mengatakan bahwa, disdag provinsi seringkali melakukan monitoring di retail-retail moderen, memang ada yang masih menunggu pasokan tetapi ada juga yang masih mempunyai stok.

“Meski ditempat pajangan kosong, mereka menjelaskan untuk setiap hari ada target penjualan dengan jumlah tertentu, dan begitu habis tidak dipajang lagi,”sambungnya.

Birhasani melanjutkan, untuk menghindari adanya pembelian warga berkali-kali, bahkan ada yang untuk dijual lagi maka setiap harinya pajangan dibatasi.

BACA JUGA:  Shalokal Kembali Berbagi untuk Anak Yatim

Kadisdag juga memberikan solusi yaitu berupaya percepatan distribusi minyak goreng dengan modal murah kepada pedagang pasar tradsional.

“Meski demikian, tidak semua pedagang sudah punya stok minyak goreng murah. Alasannya menunggu habisnya stok modal terdahulu,”pungkas Birhasani.

Editor : Eddy Dharmawan

L

Pos terkait