Bupati HSS : Jika Sakit Jangan Takut ke Fasilitas Kesehatan

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com, Kandangan-Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry meminta masyarakat yang kondisinya sedang sakit untuk tidak takut memeriksakan diri ke fasilitas Kesehatan. Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Kordinasi (Rakor) bulanan pemerintah daerah yang dilaksanakan secara Virtual, Senin (9/8).

Damping Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, ia mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan terlebih lagi disaat pandemi seperti sekarang.
Dikatakan Fikry, kekhawatiran masyarakat yang sedang sakit takut memeriksakan kesehatan ke Puskesmas,”takut dicovidkan” itu yang harus diluruskan. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat yang selama ini beredar.

“ Selama 16 bulan kami menangani covid-19 di kabupaten HSS, yang selalu diisukan kalau sakit jangan periksa ke fasilitas kesehatan,”nanti dicovidkan” itu yang kita harus luruskan, setiap pasien yang datang ke faskes harus diperiksa,kita lakukan swab tes antigen tujuannya untuk kita bisa lakukan penanganan lebih baik” jelas Bupati.

BACA JUGA:  Imul Diringkus BNNK HSU

Yang lebih mendesak lagi jika tidak dilakukan pemeriksaan swab tes antigen lanjutnya , apabila pasien tersebut positif covid-19 akan sangat beresiko terhadap tenaga medis.

“Jika masyarakat enggan ke Puskemas ,melalui Dinas Kesehatan Kita Bisa lakukan kembali Puskesmas keliling ke desa-desa untuk memeriksa warga kita yang sedang sakit,”ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan HSS, Siti Zainab juga mengajak agar jangan takut ke faskes apa bila ada keluhan kesehatan.

“Kalau memang keluhan kesehatannya mengarah kepada gejala covid, kita harus melakukan tes swab antigen, karena yang kami takutkan kalau pasien yang ditangani positif dan tidak mau berobat ini akan meningkatkan penyebaran kasus lagi” jelas Kadinkes.

BACA JUGA:  Lapas Amuntai Bersama Ponpes At- Taubah Gelar Peringatan Isra Mi'raj

Terakhir Kadinkes menginformasikan Perkembangan Kasus covid-19, dimana sampai dengan Minggu 8 agustus 2021 pukul 11.00 wita kemarin Kasus aktif ada 185, 98 orang dirawat Rumah Sakit umum daerah (RSUD) Hassan Basry dan RSUD Daha Sejahtera.

Sementara ada 80 Kasus konfirmasi yang dirawat di Bangsal Karantina dan 7 orang masih isolasi mandiri, untuk kasus swab antigen positif juga masih melakukan Isoman dikarenakan di ruang perawatan di Bangsal Karantina Penuh.

“Konsekuensi dari kita melakukan 3T , Traking (pelacakan),Tracing (penelusuran) dan Treatment (perawatan),untuk kontak erat ini tentu akan terjadi peningkatan jumlah kasus, kami mengharapkan kepada masyarakat bila dalam satu keluarga ada yang positif konfirmasi , mohon untuk menjaga jarak dengan anggota keluarga yang lain dan mohon kesadarannya untuk mau masuk ke Bangsal karantina, terlebih adanya pemerintah pusat Juga sudah mengeluarkan aturan tidak lagi karantina mandiri tetapi karantina terpisah tujuannya untuk memutus penyebaran kasus baru” tutupnya.

BACA JUGA:  Wakaf Air Bersih untuk Pondok Pesantren

 

Reporter : Amutz
Editor : Aditya

L

Pos terkait