Sri Huriyati Hadi Tindaklanjuti Hasil dari Studi Banding di Barut dengan Program Hatinya PKK

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Paringin- Tindaklanjuti hasil kaji banding di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua TP PKK Kabupaten Balangan Hj Sri Huriyati Abdul Hadi bersama Pokja III mencoba mengaplikasikan pada Program Hatinya PKK.

“Menindaklanjuti hasil dari studi banding beberapa hari lalu bersama Pokja III Kabupaten Balangan, kita coba menerapkan program Hatinya PKK pada satu pekarangan percontohan, untuk ujicoba sebelum diterapkan diwilayah yang sudah kita persiapkan,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Balangan Hj Sri Huriyati saat ditemui awak media, Sabtu (12/6/2021).

Pihaknya juga telah melakukan survei lokasi yang akan direncanakan untuk dijadikan program percontohan Hatinya PKK, yakni Lingkungan rumah dinas Bupati Balangan.

BACA JUGA:  BSM Pelaihari Kembali Salurkan Bantuan dari Open Donasi

“Rencananya, Program Hatinya PKK di sini seperti adanya tanaman sayur-sayuran, tanaman toga, dan berbagai tanaman lainnya, serta peternakan ayam petelur dan kolam ikan,” tuturnya.

Ia berharap nantinya, ini bisa menjadi percontohan untuk diterapkan dipekarangan rumah warga. Sehingga bisa menghasilkan berbagai kebutuhan dan mampu menjadi solusi penambah ekonomi keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja III Kabupaten Balangan Muntiara menyampaikan, salah satu unggulan dari Pokja III adalah program Hatinya PKK, yakni Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman.

“Program Hatinya PKK merupakan program dari pusat yang dilanjutkan dari provinsi dan ke kabupaten/kota, dan melalui Pokja III kabupaten penerapan hingga ke kecamatan dan desa,” sebutnya.

BACA JUGA:  Forkopimda HSU Tolak Unjuk Rasa Anarkis

Program ini bertujuan untuk pemanfaatan pekarangan rumah, sehingga mampu menambah ekonomi dan bisa mencukupi gizi keluarga secara mandiri.

“Kita berharap juga, penerapan program Hatinya PKK ini bisa terlaksana hingga kecamatan-kecamatan bahkan desa bukan hanya bernilai ekonomis serta sehat akan tetapi akan mampu sebagai penyuplai gizi keluarga secara mandiri, terutama desa yang memiliki kasus-kasus stunting,” tutupnya.

 

Reporter : Siti Nur Jannah
Editor : Nirma Hafizah

L

Pos terkait