Hingga Hari ini, Kasus Covid-19 di Kalsel Sentuh 33.898 Kasus

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin-Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) bertambah lagi. Hari ini, ada 25 orang yang terkonfirmasi positif, sehingga totalnya per Senin (17/5) tercatat 33.898 kasus. Sedangkan, pasien yang masih dalam perawatan ada sebanyak 905 orang.

Sementara, untuk pasien yang dinyatakan sembuh, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, hari ini ada penambahan sebanyak 77 pasien. Sehingga, totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 32.009 orang.

Hanya saja, pada hari yang sama, dilaporkan ada 4 pasien meninggal dunia. 2 orang pasien berasal dari Banjarmasin, Tanah Laut dan Tanah Bumbu masing-masing 1 orang pasien. Dengan bertambahnya korban meninggal dunia akibat terpapar virus asal negeri Tiongkok ini di Kalsel, maka jumlahnya kini menjadi 984 orang.

BACA JUGA:  Peringati Hari Pahlawan, Tenaga Kesehatan Banjarmasin Akan Diberi Penghargaan

Menurut data, berikut sebaran ke-25 positif baru Covid-19 Kalsel (Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Kotabaru dan Balangan nihil kasus): Tabalong 12, Banjarmasin 5, Tapin dan Hulu Sungai Tengah (HST) masing-masing 4 orang.
Sedang sebaran ke-77 sembuh Covid-19 Kalsel (Balangan, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Banjarbaru, Kotabaru nihil): Banjarmasin 43, Hulu Sungai Utara (HSU) 16, Tabalong 7, Tanah Bumbu 4, Kabupaten Banjar 3, Tapin 2, Barito Kuala dan HST masing-masing 1 orang.

Merujuk informasi data tersebut, maka persentase kesembuhan Covid-19 di Kalsel mencapai angka 94,43 persen, dirawat 2,67 persen dan meninggal 2,90 persen.

BACA JUGA:  TNI AL Banjarmasin buka Posko Kesehatan di beberapa Lokasi Pengungsian

Masifnya korban berjatuhan akibat terinfeksi virus corona, masyarakat terus diingatkan untuk senantiasa menaati protokol kesehatan, terutama 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Masyarakat pun diminta disiplin mematuhi imbauan tersebut. Pasalnya, korban akibat paparan Covid-19 ini tak memandang status sosial maupun usia. Bahkan, tak sedikit tenaga medis yang gugur saat bertugas sebagai garda terdepan.

Reporter : Ahmad Syarif
Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait