Program Langit Biru ini merupakan program edukasi untuk memberikan pengalaman manfaat menggunakan BBM dengan Oktan Lebih Tinggi yaitu beroktan 90 yaitu Pertalite terkhusus kepada masyarakat yang masih menggunakan BBM beroktan Rendah.
Susanto August Satria, Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VI mengungkapkan bahwa dengan adanya program ini diharapkan para pengendara tersebut dapat menikmati BBM dengan kualitas yang baik dan tentunya ramah lingkungan ditambah lagi masyarakat dapat menjadi lebih nyaman menggunakan kendaraan umum dengan rendah polusi.
“Indonesia menjadi salah satu dari 7 negara (Mesir, Ukraina, Srilanka, Kolombo, Bangaladesh, dan Mongolia) yang masih memiliki BBM beroktan 88 bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura pun sudah tidak lagi menjual BBM beroktan rendah tersebut,” ungkap Satria.
Program Langit Biru di Kalimantan sendiri telah dilaksanakan di Pontianak dan Mempawah pada (14/3). Sedangkan untuk Kota Balikpapan dan Samarinda dilaksanakan pada (21/3).
Selain upaya pengurangan polusi udara, BBM oktan rendah juga tidak dianjurkan untuk digunakan dengan kendaraan keluaran baru di mana dijelaskan pada manual book untuk menggunakan bahan bakar beroktan minimal 92 setara Pertamax.
“Pertamina telah menyediakan varian produk Pertaseries yaitu Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo dimana pembakaran di ruang mesin lebih sempurna, performa kendaraan baik, dan irit konsumsi BBMnya,” imbuh Satria.
Editor : Ahmad Yani



















