Dipisah Adaro, Pama dalam Ingatan Publik

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Dipisah dan berpisah itu sama saja. Dalam rumus penciptaan sistem kehidupan kita akan berpisah. Jika tidak, maka akan terpisah. Berpisah adalah taqdir dunia. Melawannya adalah percuma.

Seperti sekuat apapun pernikahan diikatkan dalam jalinan cinta suci, pada waktunya terenggut juga. Kematian meminta agar kehidupan dikembalikan pada pemiliknya melalui pintu kematian.

Oleh: Erlina Effendi Ilas
(Ketua KS2 & Yayasan Sayangi Sesama Tabalong)

Dua bulan sudah wajah media kita dihiasi berita cerainya Adaro-Pama. Sekira empat ribu karyawan Pama dan keluarganya terimbas. Karyawan yang masih bersama Pama akan dibawa serta ke tempat peruntungan baru. Dan bagi yang bertahan diberikan hak nya sebagaimana regulasi mengaturnya.

Dinamika organisasi semacam itu biasa saja. Siapa yang datang dan pergi itu hal lumrah saja. Hal yang tak biasa adalah siapa yang meninggalkan jejak kebaikan dan kepedulian selama dalam kebersamaan.

BACA JUGA:  HITAM PUTIH DAMPAK PANDEMI COVID-19 BAGI INDONESIA DARI SISI EKONOMI, SOSIAL DAN LINGKUNGAN

Siapa tak kenal Pama site Adaro. Selain dikenal sebagai kontraktor utama Adaro dengan pengalaman penambangan yang terbaik, Pama juga perusahaan yang aktivitasnya CSR nya melampaui pakem perusahaan lainnya.

Ketika perusahaan lain begitu kaku dan statis memanage kepedulian sosialnya, Pama sangat flexibel dan adaftif dengan lingkungannya.

Ketika perusahaan lain hanya bisa berbagi dengan apa yang sudah tertuang dalam kesepakatan tertentu, program Pama justru banyak di luar dari apa yang telah dikunci atas nama program.

L

Pos terkait