Pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana Melalui Vicon Dipimpin Langsung Oleh Bapak Presiden RI

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai – Komandan Kodim (Dandim) 1001/Amuntai, Letkol Inf Ali Ahmad Satriyadi, S.I.P., M.Tr (Han) hadiri Video Conference bersama Presiden RI, Ir. Joko Widodo, yang berlangsung di gedung Mess Nagara Dipa Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (03/03).

Dalam acara pembukaan Rakornas ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Munardo, Rakornas ini melibatkan seluruh BPBD Provinsi dan Kabupaten, Kota se Indonesia.

Presiden Jokowi mengatakan dalam satu tahun telah memberi pengalaman, diberi pelajaran yang sangat luar biasa bukan hanya Bencana Alam tapi juga Bencana Non Alam berupa Pandemi covid-19 dan dalam menghadapi Bencana kemanusiaan yang tidak ada pembandingnya dalam sejarah.

“Disisi kesehatan, sisi ekonomi harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan, bukan hanya skala daerah, bukan skala nasional tetapi juga skala global,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pemkab. Tanah Laut Adakan Kegiatan FGD

Lanjut, lebih dari 215 Negara mengalami hal yang sama, yang mengharuskan kita bekerja cepat, harus inovatif dan juga harus berkolaborasi dengan semua pihak, dengan Negara lain dan lembaga-lembaga Internasional.

“Saya ingin mengingatkan kita semua, bahwa negara kita Indonesia adalah negara yang rawan terhadap Bencana masuk nomer 35 paling rawan Bencana di Dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo telah menyampaikan tahun 2020 kemarin menghadapi 3253 Bencana. bukan sebuah angka yang kecil tapi cobaan ujian dan tantangan hidup yang harus kita hadapi, baik bencana Hidrometeorology maupun bencana Biologi.

“Kita menduduki ranking tertinggi Negara paling rawan Bencana karna jumlah penduduk kita juga besar, sehingga jumlah korban yang terjadi apabila bencana juga sangat besar, saya melihat kunci utama dalam mengurangi resiko adalah terletak pada Aspek Pencegahan dan indikasi bencana,” bebernya.

BACA JUGA:  Ikuti Protokol Kesehatan, Wabup Sholat Ied di Rumah

Adapun pihaknya sudah memiliki rencana induk penanggulangan bencana 2020-2024 melalui Kepres 87 tahun 2020, poin pentingnya bukan hanya berhenti dengan memiliki kredisain dalam jangka panjang, tapi harus bisa diturunkan dalam kebijakan-kebijakan dalam perencanaan- perencanaan termasuk dalam tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana serta audit dan pengendalian kebijakan dan tata ruang yang berjalan dilapangan.

“Saya tegaskan sekali lagi beberapa hal:
yang pertama, jangan sibuk membuat aturan tapi yang utama adalah pelaksanaan dilapangan yang utama adalah aspek pengendaliannya dan penegakkan standar dilapangan. yang kedua, kebikajakan untuk mengurangi resiko bencana harus benar-benar terintegrasi.yang ketiga, manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekontruksi yang cepat pasca bencana¬†yang keempat, memberikan edukasi dan interaksi kepada masyarakat terkait kebencanaan yang harus terus ditingkatkan mulai dari lingkup sosial yang paling kecil yaitu keluarga,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Dewan Kalsel Sarankan Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Instruksi

Turut hadir dalam pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana Tersebut, Bupati Hulu Sungai Utara Drs. H Abdul Wahid, H.K.,M.M.,M,Si, Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Afri Darmawan S.H., M.H. Ketua DPRD Almien Ashar Safri, Ketua BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara Sugeng Riyadi.

Reporter : Darma Setiawan
Editor: Aditya

Pos terkait