Menuju Peparnas XVI 2021 di Papua, Tim Renang NPC Kalsel Gelar Seleksi Atlet

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Gelaran Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) XVI 2021 Papua akan digelar Nopember tahun ini dan tim renang NPC Kalsel pun telah memulai seleksi melalui Pelatihan Provinsi (Pelatprov).

Itu artinya masih ada waktu efektif kurang lebih tujuh bulan ke depan untuk memantapkan persiapan. National Paralympic Committee (NPC) Kalsel menggelar agenda seleksi dengan test event bagi paralimpian Kalsel yang bakal berangkat ke Peparnas Papua.

Direktur Pelatprov Sukses NPC Kalsel, H Sarmidi Mkes menuturkan test event tersebut untuk menguji dan mengukur sudah sejauh mana kemampuan para paralimpian Kalsel yang bakal tanding ke Peparnas Papua.

“Sudah setahun lebih mereka latihan intensif. Untuk itu, perlu diberikan simulasi pertandingan lewat agenda test event tersebut, supaya kami bisa menilai dan mengevaluasi apa saja kekurangan dan kelebihan mereka,” Jelas Sarmidi saat memantau test event cabor para swimming (renang difabel) di Kolam Renang Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Kamis (25/3) kemarin.

BACA JUGA:  Kalsel Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Karate Virtual Lemkari

Sarmidi menuturkan rangkaian test event tersebut meliputi cabang olahraga (cabor) yang diikuti kontingen NPC Kalsel. Bulu tangkis, tenis meja tuna netra, catur, atletik, balap kursi roda, panahan, renang, angkat berat, menembak, judo, dan sepak bola cp.

“Test event kami gelar secara bergiliran tiap cabor, sejak awal Maret. Mudah-mudahan agenda ini bisa tuntas bulan Maret ini juga. Supaya bulan depan kami bisa melakukan evaluasi,” sambungnya.

Untuk tim renang, sejauh ini ia menilai merupakan cabang unggulan bagi Kalsel pada Peparnas, disamping atletik.

Setidaknya ada 23 atlet renang NPC Kalsel yang saat ini dipantau perkembanbannya mengingat medali yang dapat diraih Kalsel melalui cabang jini cukup besar.

BACA JUGA:  Banjarmasin Juara Umum Kejurprov ESI 2021

Namun, muncul kekhawatiran pihaknya akan tim renang, karena pelaksanaan Peparnas waktunya hampir bersamaan dengan Asean Paragame yang juga dilaksanakan tahun ini.

“Kalau waktu itu bersamaan, maka 17 atlet renang kita akan dipanggil ke pelatnas, dan ini akan merugikan bagi kita karena peluang medali kita menurun di Peparnas,” terangnya.

Mensiasati hal tersebut tes event dinilai sudah langkah bagus, untuk melihat kualitas perenang yang berada di lapis kedua. “Jadi, kita berupaya mempersiapkan gantinya, dengan atlet yang berada di lapis kedua,” terangnya.

Penulis : Ahmad Yani

L

Pos terkait