Menata Bahasa dalam Bermedia Sosial

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Kotabaru-Pelaksana harian (Plh) Bupati Kotabaru, H Said Akhmad mengatakan perlu adanya tatanan dalam berbahasa khususnya di media sosial agar tidak terjadi konflik. Hal ini diungkapkannya saat membuka secara resmi acara diskusi kelompok terpumpun resolusi konflik kebahasaan, di Operation Room Setda, Selasa (9/3).

Diskusi ini diadakan oleh balai bahasa Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh Kapolres Kotabaru, Kepala Diskominfo Kotabaru, LSM, Aktivis, serta tamu undangan lainnya.

H Said Akhmad, mengatakan, persoalan bahasa merupakan salah satu dampak buruk yang bisa menimbulkan konflik sosial.

Munculnya persoalan kebahasaan tidak terjadi dengan sendirinya dan tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak faktor yang menyebabkan munculnya konflik kebahasaan salah satunya adalah dari kehadiran jejaring sosial.

BACA JUGA:  Burhansyah : Mari Berkampanye Santun

“Disatu sisi media sosial menjadi tempat berinteraksi, bersilaturahmi dan berkomunikasi bagi masyarakat di dunia maya. Namun tidak jarang juga disalahgunakan sebagai tempat untuk menyebar berita bohong (hoax), ujaran kebencian, pencemaran nama baik dan lainnya yang dapat menimbulkan perpecahan,”tuturnya.

Melalui diskusi kelompok ini, lanjut Said, semoga dapat menangkal atau mananggulangi konflik kebahasaan yang dapat terjadi di masyarakat, khususnya yang berasal dari media sosial.

L

Pos terkait