Antisipasi Kelangkaan Ikan Gabus Warung Katupat Kaum Buat Keramba

  • Whatsapp

Wartaniaga com. Banjarmasin- Menu andalan Warung Kaum adalah Katupat Kandangan, makanan yang berbahan dasar ketupat dari beras ini berkuah santan dan berbagai bumbu rempah yang sudah menyatu dalam kuah tersebut. Sedang untuk lauknya adalah Ikan Haruan (Gabus,red) yang dibakar dengan arang, sehingga menambah cita rasa dan khas hidangan ini.

Ikan haruan mempunyai tekstur yang renyah dan rasanya enak, apalagi dibakar menggunakan arang kemudian menjadi lauk khas Katupat Kandangan warung Kaum ini.
Buka dari jam 06 pagi sampai jam 11.00 siang kadang hanya sampai jam 10.00 pagi sudah habis dipesan oleh penikmat katupat. Beralamat di Bumi Pertiwi I dan samping Mesjid Muhamadiyah Sasana Santi serta cabang di Jl A Yani km 14 Gambut selalu dinanti oleh pelanggannya.

Bukan hanya dari wilayah kota Banjarmasin tetapi beberapa kolega dari luar negeri juga suka dengan makanan khas urang banua ini..
Husni Nafarin pengelola warung Katupat Kaum ini mengatakan bahwa apabila ada pesanan mendadak dari pelanggan maka harus di siapkan terlebih dahulu. Sehingga biasanya tutup jam 11.00 terkadang jam 10.pagi pun sudah habis.

BACA JUGA:  Bint's Bakery, Oleh-Oleh Khas Banjarbaru, Nikmatnya Sampai ke Hati

“Sementara untuk mengantisipasi kalau mereka pesannya pagi-pagi bisa kita siapkan lebih, tetapi kalau sudah siang kemungkinan ada tetapi untuk melayani pelanggan yang langsung tanpa pesan dulu terpaksa tidak bisa terlayani, ujar Pria yang sebentar lagi menyandang Ph.D Program Faculty of Art Computing, And Creative Industry Study Program of Artificial Intelligence, Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia ini, Kamis (11/3).

Untuk ketersediaan Ikan Haruan ini, selain mendapat masukkan dari pedagang lokal Farin juga mendatangkan dari daerah tetangga seperti Kalimantan Timur dan Tengah .

“Ikan Haruan yang kami datangkan sementara dibuat didalam keramba untuk persediaan stok lauknya, sehingga ikannya selalu tersedia dan ciri khas makanan ini adalah ikan Haruan bukan Toman, selain rasanya yang gurih dan lezat kandungan albumin sangat baik untuk tubuh kita,”papar Farin

Salah satu penikmat warung katupat kaum adalah Muhammad Uskiansyah, Perwira Polisi ini kerap sekali menikmati makanan berkuah santan ini dikala libur bersama teman-teman gowesnya.

BACA JUGA:  Di Tengah Pandemi, 2 Merk Minuman ini Langka di Balangan

“Setelah menempuh perjalanan gowes 15km hari ini finisnya di warung Kaum, katupat disini selain rasanya lezat tempatnya nyaman dan bisa sambil karaoke bersantai bersama teman-teman, pokoknya sip lah ,” ujar Uskiansyah yang pernah menjabat Kapolsek Banjarmasin Timur sebelum pindah tugas menjadi Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Kalsel ini.

Selain Uskiansyah, Ir Doyo Pundjadi beserta keluarga kerap mendatangi warung Katupat Kaum ini, kegemarannya menikmati ketupat ternyata isterinya adalah kelahiran Kandangan . Ibu Doyo pun menceritakan bahwa orang tuanya dulu pernah jualan ketupat kandangan waktu beliau masih tinggal di kota asal muasal ketupat ini.

“ Rasa dari menu Ketupat Kandangan ini sangat menggugah selera kemudian harganya ekonomis dan tempatnya nyaman dan santai untuk kita nikmati bersama keluarga,” ujar Doyo kepala staf Ahli Bidang Kerjasama dan Investasi kota Banjarmasin.

Meskipun sudah mempunyai pekerjaan tetap sebagai dosen di UIN Antasari, Farin juga mengajar di beberapa universitas swasta di Kalimantan Selatan, usaha kuliner tradisional ini merupakan warisan turun temurun dari kakek buyutnya .

BACA JUGA:  3Second Store Duta Mall Kini Lebih Luas, Nyaman dan Lengkap

Dia menambahkan bahwa warung katupat Kaum sudah mendapat surat higienes dari dinas kesehatan kota Banjarmasin, surat ini menyatakan bahwa untuk penikmat warung katupat miliknya layak untuk menjual makanan dan minuman ke masyarakat pencinta kuliner banua ini.

Untuk tempat dan lingkungan yang bersih serta pengaturan pembuangan limbah yang baik menjadikan tempat ini sangat layak untuk dikunjungi.

“Kami ingin usaha ini bisa bermanfaat untuk warga sekitar, selain itu juga membantu tetangga atau kerabat mempunyai pekerjaan dimasa pandemi ini, masyarakat diuntungkan. Kita juga membantu pemerintah dalam mengembangkan dan memperkenalkan budaya daerah terutama di bidang kuliner ini,” pungkas Farin .

Warung katupat ini bisa menghabiskan 50-100kg daging ikan Haruan perharinya, terutama pada akhir pekan sabtu dan minggu. Mempunyai 20 karyawan tetap yang membantu setiap harinya, dan ditambah 5 orang untuk pelayanan pada setiap akhir pekan.

Bagaimana, anda tertarik untuk menikmati hidangan katupat ini ? Silakan datang setiap hari kecuali hari Jum’at libur.

Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Ahmad Yani

L

Pos terkait