Wartaniaga.com, Pelaihari – Intensitas curah hujan begitu deras di bulan Januari 2021 menyebabkan sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) dilanda bencana banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Mujiyat mengatakan banjir yang paling parah terpantau di wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut, dengan ribuan rumah terendam.
Di Kabupaten Tanah Laut sendiri banjir merendam Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, dan Kurau paling parah dengan ketinggian air 50 centimeter hingga 1 meter.
Banjir Tanah Laut ini juga merendam beberapa wilayah di jalan raya poros dan merusak Jembatan Pabahanan yang berfungsi menghubungkan transportasi dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari dan sebaliknya, sehingga arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif di Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin.
Berdasarkan sumber dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan data sampai berita ini diturunkan tercatat jumlah KK dan warga di Kabupaten Tanah Laut yang terdampak banjir terdiri dari Kecamatan Tambang Ulang sebanyak 675 KK, 1500 jiwa; Kecamatan Bati-Bati sebanyak 2.287 KK, 7.731 jiwa; Kecamatan Kurau 2.018 KK, 6.676 jiwa; Kecamatan Pelaihari 1.005 KK, 35.42 jiwa; Kecamatan Bumi Makmur 1.456 KK, 4.467 jiwa; Kecamatan Jorong 40 KK, 160 jiwa; Kecamatan Kintap, 10 KK, 40 jiwa; Kecamatan Takisung 108 KK, 380 jiwa; dan Kecamatan Bajuin 130 KK, 388 jiwa.

Untuk itu Politeknik Negeri Tanah Laut yang dibantu Yayasan Muzammil Amal Musafirin diketuai oleh Fahrul Armi beserta Ghalih Foundation ikut serta dalam kegiatan penanggulangan Banjir di Kabupaten Tanah Laut dengan pembuatan dapur umum dan posko bantuan. Kegiatan bantuan ini dilaksanakan oleh Forum Mahasiswa Peduli (Forum yang tergabung dalam beberapa aliansi Mahasiswa Politala).



















