Wartaniaga.com, Martapura- Persoalan elpiji khususnya ukuran 3 kilogram seakan tidak pernah selesai. Mulai dari masalah distribusi sampai harga yang mahal, jauh di atas harga eceran tertinggi.
Tidak tangung- tanggung, di desa Makmur Karya, kecamatan Cintapuri Darussalam, kabupaten Banjar harga elpiji melon ini mencapai Rp 70 ribu.
” Semenjak banjir ini harga elpiji 3 kg di sini antara Rp 65.000 hinggga Rp 70 ribu per bijinya, ” ucap Hamnah warga desa Makmur Karya kepada Wartaniaga.com, Sabtu (30/1) siang.
Meski begitu, katanya ketersediaannya juga harus menunggu pedagang yang datang ke kampungnya.
” Di sini tidak ada pangkalan, jadi harus menunggu pedagang yang membawa dan saat banjir seperti ini harganya mahal,” kata nenek 2 cucu yang kesehariannya membuat kue ini.
Diakuinya musibah banjir ini membuat ia bingung mencari bahan bakar untuk masak dan produksi kuenya.
“Mau menggunakan kayu bakar susah mencari, 3 sampai 4 km dari sini baru dapat dataran tinggi yang kayunya bisa diambil, mau pakai elpiji harganya mahal,” keluhnya.
Senada dengan Hamnah, Syairat mengaku memilih mencari kayu bakar untuk menghidupi dapurnya.
” Sudah lebih dari 2 bulan saya sudah tidak lagi mengggunakan elpiji, karena harganya mahal,” ucapnya.



















