“ Rumah kami terendam, listrik padam hingga hari ini kami tidak bisa memasak sebab tidak ada tempat kering di sekitar kami,” ucap warga desa yang dikenal dengan objek wisata pasar Terapung ini.
Dikatakannya, setiap hari memang ada bantuan dari masyarakat yang datang memberikan makanan dan pakaian.
“ Bantuan banyak datang dari masyarakat Banjarmasin, kalau pemerintah belum ada,” tutur ibu 2 anak ini seraya berharap ada dapur umum di desanya.
Senada dengan Sumiati, Ismail mengaku sudah 2 hari tidak mengenakan baju sebab semua baju miliknya basah. “ Rumah calap (terendam,red) semua baju kami basah,” ujarnya.
Bukan itu saja, pria yang sehari-hari bertani ini mengharapkan PLN dapat menghidupkan aliran lisrik di desanya. “ Bagaimana kami mau beraktivitas, malam hari gelap, kasihan anak-anak kedinginan dan digigit nyamuk,” lirihnya.
Pada penyerahan donasi kali ini, masjid Al –Ihsan menyerahkan puluhan karung pakaian, puluhan kilo beras, obat-obatan, susu, popok bayi, roti dan 500 nasi bungkus.
Sebelumnya, jamaah masjid ini juga telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir di desa Semangat Dalam dan Puntik Tengah, Kabupten Batola.
Editor : Didin Ariyadi



















