Pentingnya Membangun Engagement dengan Media

  • Whatsapp
Ibu Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR Founder & CEO LSPR Communication & Business Institute Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi: Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D Direktur SMK: Dr. Ir. M. Bakrun, M.M Direktur Kursus dan Pelatihan: Dr. Wartanto

Wartaniaga.com, Jakarta – Di era digital, penting bagi praktisi Public Relations (PR) dalam membangun engagement dengan media. Mengingat, pemberitaan yang ditayangkan media mampu mempengaruhi opini publik. Dalam konteks perusahaan, pemberitaan media dapat mempengaruhi opini publik terkait image merek maupun reputasi perusahaan. Sementara itu, dalam konteks pemerintah, maka pemberitaan media turut mempengaruhi opini publik terkait kebijakan yang dicanangkan.

Oleh karena itu, di era digital seperti sekarang, praktisi PR perlu membangun engagement yang kuat dengan media. Diungkapkan Founder & CEO LSPR Communication and Business Institute Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, untuk membangun engagement dengan media, praktisi PR harus memahami media terlebih dahulu.

BACA JUGA:  Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi Mulai 1 Juli 2020

“Antara lain, dengan memahami kebutuhan media di era digital seperti sekarang,” katanya di acara ‘Manajemen Komunikasi Media’ yang digelar Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, pada hari ini Rabu (09/09/2020), di Jakarta.

Lebih jauh ia menjelaskan, ada empat kebutuhan utama yang dibutuhkan media. Keempat kebutuhan itu adalah informatif, kreatif, komunikatif, dan strong media bonding. Informatif artinya PR harus mampu memberikan informasi atau data terkini (up-to-date) dalam format multimedia, baik print, digital, hingga video maupun infografis. Selain itu, PR juga harus rutin meng-up date website maupun media sosial perusahaan atau instansinya, karena kanal digital ini kerapkali dijadikan media sebagai kanal untuk mencari informasi sebagai bahan penulisan.

BACA JUGA:  Awas, Suap Menyuap Mengintai Penyelenggara Negara, Asn dan Peserta Pilkada 2020

Kebutuhan kedua adalah kreatif. Media membutuhkan konten sekaligus informasi yang dikemas secara kreatif. Artinya, informasi yang disajikan kepada media dapat dikemas dalam berbagai angle penulisan. Mengingat, para jurnalis datang dari berbagai desk, seperti dari desk pendidikan, bisnis, lifestyle, dan sebagainya. Bentuk kreatif lainnya adalah dengan menawarkan wawancara eksklusif dengan petinggi di perusahaan.

“Selain itu, informasi yang disajikan pun dapat menampilkan narasumber yang tidak melulu dari internal perusahaan. Misalnya, menghadirkan narasumber pakar dari luar yang sedang happening,” lanjut Prita.

Pos terkait