Hindari Opini Negatif, BRC Emergency Dan Pekerja Galian Lakukan Mediasi

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Pelaihari – Saat terjadi musibah kebakaran di Jalan Pintu Air Pelaihari beberapa hari yang lalu ( 23/9 ), mobil pemadam kebakaran milik Relawan Bati-Bati Respon Cepat ( BRC ) Emergency mengalami musibah kecelakaan di Gunung Khayangan Desa Ambungan saat menuju lokasi kebakaran. ( 25/9 )Dalam musibah kecelakaan tersebut di duga terjadi tindak kekerasan berupa pemukulan terhadap pengemudi mobil unit BRC yang dilakukan oleh beberapa pekerja galian saluran irigasi di sekitar tempat kejadian dan tersebar di media sosial. Berbagai opini dan tanggapan netizen pun muncul.

Agar tidak semakin menimbulkan opini dan tanggapan yang bisa mengakibatkan keresahan, akhirnya kedua belah pihak yakni BRC Emergency dan pihak pekerja galian sepakat duduk bersama untuk melakukan mediasi di Polres Tanah Laut.

BACA JUGA:  Panitia Pertimbangan Landreform Gelar Sidang di Gedung Sarantang Saruntung Pelaihari

Hadir dalam mediasi tersebut Pembina BRC Emergency sekaligus Kepala Desa Padang ( Bati-Bati ) Abdul Rahman, Kepala Desa Tungkaran Aliansyah, Kepala Desa Panggung Baru Muhammad Arifin dan beberapa anggota BRC dan pekerja galian.

Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Alvin Agung Wibawa melalui Kanit Resum Sat Reskrim Polres Tanah Laut, Ipda Abdul Somad yang bertindak sebagai mediator memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk memberikan keterangan tentang kejadian yang sebenarnya sesuai dengan fakta dilapangan.

Kepada Wartaniaga.com Abdul Somad mengatakan, setelah mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak, akhirnya di temukan kesimpulan bahwa sebenarnya hanya terjadi kesalahpahaman dan miss komunikasi yang akhirnya menimbulkan berbagai macam opini.
” Sebenarnya hanya terjadi miss komunikasi saja antara kedua belah pihak ” ucapnya.

BACA JUGA:  Dinas Sosial HSU Terima Bantuan dari Kemensos RI

Masing-masing pihak akhirnya sepakat untuk tidak memperpanjang masalah tersebut dan bersama-sama memberikan klarifikasi atas kejadian yang sebenarnya.
” Alhamdulilah masing-masing pihak sudah sepakat tidak memperpanjang masalah ini, karena pada dasarnya mereka telah sama-sama memahami dan mengerti tentang situasi dan kondisi saat musibah terjadi ” jelas Abdul Somad.

Penulis : Tony Widodo

Pos terkait