Bank Kalsel Targetkan jadi Bank Devisa demi Majukan Perekonomian Banua

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Guna memajukan perekonomian Banua, Bank Kalsel targetkan diri menjadi Bank Devisa, target tersebut diharapkan dapat membuka pelayanan ekspor maupun impor barang ke Provinsi berjuluk Bumi Lambung Mangkurat itu.

Bukan tanpa alasan, target itu memacu dari prestasi Bank Kalsel yang sudah menyandang predikat Peringkat Komposit 2 (PK-2), predikat itupun artinya dimanifestasikan sebagai Bank Sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin mengatakan sebagai penyandang predikat Bank Sehat, tentunya banyak rencana pengembangan yang dilakukan.

“Kita bisa menjadi Bank Devisa, yang melayani ekspor impor,” ucapnya sesaat melakukan pertemuan dengan Komisi II DPRD Kalsel, Rabu(9/9).

Ia menjelaskan apabila sudah bisa mendapat pencapaian diatas, Bank Kalsel dapat melanyani transaksi ekspor impor batu bara yang terdapat di Banua.

BACA JUGA:  Bank Kalsel Gelar Expo Pembiayaan KUR dan Produk UMKM

Dirinya mengakui, saat ini Bank Kalsel masih butuh proses dalam mewujudkan impian untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, diantaranya harus menyandang predikat Peringkat Komposit 2 (PK-2), selama 3 kali berturut-turun dalam rentang waktu 18 bulan.

“Kami bersama-sama seluruh karyawan Bank Kalsel akan terus berupaya lebih baik lagi, agar terus berkembang,” bebernya.

Selain itu, Ia menjelaskan keuntungan sebagai bank devisa tentunya akan dapat melayani transaksi investor yang melakukan investasi dari berbagai negara.

“Kami sudah menyiapkan karyawan untuk melakukan transaksi internasional,” ujarnya.

Sementara itu untuk menuju Bank Devisa, Bank Kalsel harus memiliki modal inti sebanyak Rp 3 Triliun, sedangkan pada saat ini hanya memiliki sekitar Rp 1,8 triliun.

BACA JUGA:  Rangkaian HUT Bank Kalsel Ke-56 Ditunda Sementara

Lanjutnya, untuk menuju modal tersebut, pihaknya menempuh dua cara yang dilakukan, antara lain dengan organik dan non-organik.

“Secara organik dari laba yang dikumpulkan, dan non-organik melalui investor,” jelasnya.

Dengan penyandang sebagai Bank Sehat, tentunya hal tersebut dapat diwujudkan dengan usaha dari berbagai pihak yang mendukung penuh.

Penulis : Aditya

Pos terkait