2 Aturan Membuat Slogan Produk yang Menarik

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin– “ Apapun Makanannya Minumnya Teh Botol Sosro” rasanya anda sudah akrab dengan kata-kata ini. Ya, ini adalah slogan atau tagline salah satu produk minuman teh dalam kemasan.

Cukup banyak slogan yang akrab di telinga masyarakat Indonesia, mulai dari merek produk lokal hingga import seperti Apple – “Think Different” atau Nike – “Just Do It”.

Pada dasarnya slogan merupakan salah satu alat pemasaran yang kuat  untuk memotivasi pelanggan mendukung sebuah merek. Selain itu, ia juga berfungsi untuk menggambarkan secara visual atau verbal betapa pentingnya manfaat dari produk tersebut. Slogan yang baik adalah yang dapat langsung dikenali oleh konsumen atau calon pembeli.

BACA JUGA:  UMKM Menjadi Salah Satu Prioritas Duet SHM-MAR

Mengutip dari Marketing.co.id, Hartono Yarmantho, Marketing Expert Frontier and Marketing Group, mengatakan  setidaknya ada dua aturan yang mesti diperhatikan dalam membuat Tagline untuk merek.

Singkat dan mudah diingat

Slogan baiknya adalah singkat dan mudah diingat sehingga dapat menjadi Top of Mind yang diingat konsumen. Hal mudah yang pertama kali perlu dicari tahu adalah apa keunggulan yang membedakan dan menjadi ciri khas merek Anda dibanding merek lainnya? Setelah itu keunggulan tersebut dapat dikemas menjadi 1 kalimat Tagline yang melekat pada merek anda.

Perhatikan segmen pasar

Hal kedua yang perlu dicari tahu untuk menentukan kalimat Tagline adalah siapa segmen pasar Anda. Masing-masing segmen pasar mempunyai kebiasaan, hobi, dan cara pandang yang berbeda. Siapa segmen pasar Anda akan menentukan kata atau frasa apa yang cocok digunakan agar 1 kalimat Tagline yang sudah terpikirkan oleh Anda itu dapat diingat menjadi Top of Mind di benak konsumen.

BACA JUGA:  Banyak Peminat, Buku Tentang KH Ideham Chalid Akan Dicetak Ulang

Sebagai contoh, jika target pasar merek Anda adalah anak muda yang suka berpetualang, maka penggunaan kata yang bersifat individual, egoistic, playful, funout of the box, dan mungkin liar akan menarik bagi mereka dan dapat menjadi viral dikalangan target market anda. Sementara jika target pasar anda adalah ibu rumah tangga, maka penggunaan kata yang bersifat emosional, family, life, safe, dan empathy akan dapat lebih diterima di benak konsumen anda.

Pos terkait